Mengenai Saya

Foto saya
tangerang, tangerang, Indonesia
ان اكون احسنهم خلقا ان اكون اوسعهم علم ان اكون اجملهم صورا ان اكون اكثرهم مالا
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label shalat lengkap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label shalat lengkap. Tampilkan semua postingan

shalat lengkap bagian 4



36.Sholat Witir

Shalat witir adalah shalat yang dikerjakan pada malam hari yang rakaatnya ganjil. Hal ini sesuai dengan yang terkandung dalam kata "witir", yaitu "ganjil. Jumlah rakaatnya boleh 1 rakaat, 3 rakaat, 5 rakaat, 7 rakaat, 9 rakaat, atau 11 rakaat. Jadi paling sedikit 1 rakaat dan paling banyak 11 rakaat.

Hukum shalat witir adalah sunat mu'akkad. Shalat witir ini -sangat dianjurkan untuk dikerjakan setiap malam sebejum tidur (setelah shalat isya) atau setelah shalat tahajud, walaupun hanya 1 rakaat. Jadi shalat witir ini tidak hanya dikerjakan pada bulan Ramadhan (setelah shalat tarawih). Shalat witir dikerjakan sendiri-sendiri (tidak berjamaah), kecuali pada malam bulan Ramadhan.

Waktu pelaksanaannya adalah setelah shalat isya sampai terbitnya fajar shadiq (masuk waktu subuh). Sedangkan pada bulan Ramadhan-waktunya setelah shalat tarawih. Jadi shalat witir-boleh dikerjakan di awal malam (setelah shalat isya), tecapi yang paling utama di akhir malam. Karena shalat di akhir malam disaksikan oleh malaikat Seseorang yang telah mengerjakan shalat witir sebelum tidur, ketika telah bangun dari tidur boleh mengerjakan shalat tahajud, atau shalat sunat lainnya.

Khusus pada shalat witir yang dikerjakan pada malam bulan Ramadhan (mulai dari pertengahan sampai akhir Ramadhan), disunatkan membaca doa kunut, yang tempatnya pada rakaat terakhir sebelum sujud.

Cara mengerjakan shalat witir sama dengan cara mengerjakan shalat fardhu. Perbedaannya hanya pada niat. Shalat witir, jika lebih dari 1 rakaat (3, 5, 7, 9, dan 11), sebaiknya dikerjakan 2 rakaat 2 rakaat (setiap 2 rakaat satu kali salam). Sedangkan yang terakhir boleh 3 rakaat satu kali salam, boleh pula 1 rakaat.
Adapun niat shalat witir adalah:Jika 1 rakaat:

USHALLIISUNNATAL WITRI RAK'ATAN LILLAAHI TA'AALAA.
Artinya: (di dalam hati pada saat takbiratul ihram!)
"Aku (niat) shalat sunat witir 1 rakaat, karena Allah Ta'alar

Jika 2 rakaat:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif_QZovt1YckZy6R6eTmsUCV7_gE2BlPQ6wves1vaqFSDSrNJ1AWszYttw2dicMnqXzVvpPL5X6hWSwqWtgeBkfRSOljMcqrqcQYoBs7KY7oKPWISMxtxrodkdv7oM6Jzs_GNubB_Biv9g/s400/165+a.JPGUSHALLII SUNNATAL WITRI RAK'ATAINI LILLAAHITA' AALAA.Artinya: . "Aku (niat) shalat sunat witir 2 rakaat, karma Allah Ta'alar

Jika 3 rakaat:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkNX5ABX2P19XI8A5pMnE6WSTn1dcDK1OwV3dK0Qcvv_it6onsSZAo8mHaRXgEPs9gPXg88tH1-ZDWJIve_unptrKs78kUc2DF7r_O_g_qI7fD05iFZRNHoygmSnn06XIJ1rb3u0x4pp0j/s400/165+b.JPG
USHALLi  SUNNATAL WITRI TSALAATSA RAKA'AATIN LILLAAHI TA'AALAA,
Artinya:
"Aku (niat), shalat sunat witir 3 rakaat, karena Allah Ta'ala."

Bila berjamaah (khusus pada malam bulan Ramadhan sebelum kata "LILLAAHI TA'AALAA" ditambah dengan kata "MA'MUUMAN" (mengikut imam).
Jika menjadi makmum, atau kata "IMAAMAN" (menjadi imam), jika bertindak sebagai imam.

Adapun surat yang dibaca sesudah Al-Fatihah, boleh surat apa saja yang dikuasai. Akan tetapi sebaiknya dibaca: pada rakaat, pertama surat Al-A'laa, rakaat kedua AI-Kaafiruun, dan rakaat ketiga Al-Ikhlash, AI-Falaq dan An-Naas (dibaca berturut-turut). Setelah selesai mengerjakan shalat witir, dilanjutkan dengan membaca doa, yaitu:
allaahumma innaa nas'aluka imaanan daa-iman, wa nas'aluka qalban khaasyan, wa nas'aluka "ilman naafi'an, wa nas'aluka yaqiinan shaadiqan, wa nas'aluka 'amalan shaalihan, wa nas'aluka diinan qayyiman, wa nas'aluka khairan katshran, wa nas'alukal 'afwa wal 'aafiyah, wa nas'aluka tamaamal aafiyah, wanas'alukasys yukra alal aafiyah, wa nas'alukal grilnaa 'aninnaas. allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa-shiyaamanaa wa qiyaamanaa watakhasy-syu'anaa wa tadharru'anaa wa ta'abbudanaa wa tammim taqshiiranaa, yaa allaahu yaa allaahu ya allaahu yaa arhamar raahimi washallallaahu 'alaa khairi khalqihi muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi ajma'iina wal hamdu lillaahirabbil 'aalamiin
Artinya:
"Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu', kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia. Wahai Allah, Tuhan kami! Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu'an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami, Sempurnakanlah kelalaian (kekurangan) kami, wahai Allah, wahai Allah, wahai Allah, wahai Zat Yang Paling Penyayang di antara para penyayang, Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan 
segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam

37.shalat ‘ied (Shalat idul fitri d
Shalat idul fitri adalah shalat 2 rakaat yang dikerjakan pada hari raya idul fitri, yaitu setiap tanggal 1 SyawaL. Sedangkan shalat idul adha adalah shalat 2 rakaat yang dikerjakan pada hari raya idul adha, yaitu setiap tanggal 10 Zulhijjah. Kedua shalat ini hukumnya sunat Mu'akkad.
Adapun waktu pelaksanaannya adalah mulai sejak matahari terbit sampai condong ke barat. Shalat idul adha hendaknya dimulai lebih awal,karena setelah selesai shalat, umat Islam yang tergolong mampu disunatkan menyembelih hewan qurban.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7Yupa3Y6P-w3DSgGUsv7KMbzTvjQScwxSvHN73s5PzIBlDvXHzELueJvX5SQiFKKjo8ab3y_YTKfG497iG-GUgZyTgZ0-nyO7n_jDwdnHgPO5LC8CeKAxTgrM-T46AZG8scZycv6LredN/s400/152.JPGTempat untuk melaksanakan shalat id ini boleh di mushalla, mesjid, tanah lapang atau tempat-tempat lainnya.
Pada shalat ied tidak disunatkan adzan ataupun iqamah. Untuk memulai shalat ied ini, bilal cukup mengucapkan :



ASH-SHALAATA JAAMI'AH
"Marilah kita kerjakan shalat berjamaah!"
Pada shalat id ini segenap umat Islam, laki-laki dan perempuan, besar dan kecil, tua dan muda, merdeka dan budak, banci, musafir dianjurkan untuk berkumpul di tempat shalat guna melaksanakan shalat id. Bahkan wanita yang sedang haid pun dianjurkan untuk ikut berkumpul (tetapi di luar mesjid atau mushalla) guna mendengarkan nasihat-nasihat (khutbah), bukan untuk ikut shalat.

a. Hal-hal yang sunat dilakukan pada shalat ied adalah :
1) Mandi
, berpakaian yang sebaik-baiknya dan memakai wewangian.
2) Makan sebelum berangkat shalat pada hari raya idul fitri, sedangkan pada hari raya idul adha disunatkan tidak makan apa-apa sebelum berangkat shalat.
3) Jalan yang dilewati pada saat pergi dan pulangnya hendaklah berlainan.
4) Shalat id dilakukan berjamaah.
5) Takbir 7 kali pada rakaat pertama, setelah membaca doa iftitah, dan 5 kali pada rakaat kedua sebelum membaca surat Al-Fatihah (tidak termasuk takbir yang dilakukan karena berdiri dan sujud).
6) Mengangkat kedua b
elah tangan setinggi bahu (ujung jari-jari sejajar dengan telinga) pada setiap takbir.
7) Membaca tasbih sebelum takbir yang 7 kali dan 5 kali.
8) Pada rakaat pertama sesudah Al-Fatihah membaca surat Qaaf atau surat Al-A'laa dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Qamar atau surat Al-Ghaasyiyah.
9) Imam menyaringkan (jahar) bacaan Al-Fatihah dan surat (makmum tidak).
10) Selesai shalat id dilakukan 2 khutbah seperti 2 khutbah Jum'at. Perbedaannya hanyalah pada:
a) Dua khutbah id dimulai dengan membaca takbir. Pada khutbah pertama membaca takbir 9 kali berturut-turut. Sedangkan pada khutbah kedua 7 kali berturut-turut. Setelah itu baru dilanjutkan dengan membaca "hamdalah" dan seterusnya.
b) Isi khutbah idul fitri hendaklah mengenai hikmah puasa, zakat fitrah dan anjuran untuk bersedekah guna menyantuni fakir miskin.
c) Isi khutbah idul adha hendaklah mengenai perintah ibadah haji dan berqurban serta hikmah-hikmahnya.
Di samping itu, pada hari raya idul fitri dan idul adha disunatkan untuk memperbanyak takbir yang waktunya:
a) Idul fitri: mulai sejak terbenamnya matahari pada akhir Ramadhan sampai dilaksanakannya shalat id.
b) Idul adha: mulai sejak waktu subuh hari Arafah (tanggal 9 Zulhijjah) sampai waktu ashar hari tasyriqyang terakhir (tanggal 13 Zulhijjah). Pada hari raya idul adha, pada hari-hari tersebut, disunatkanbertakbir pada setiap selesai shalat fardhu.
Sedangkan lafal takbir yang dibaca adalah :
allaahu akbar 3x .
laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar allaahu akbar walillaahil hamd 3x. allaahu akbaru kabiiraw walhamdu lillaahi katsiiraw wa
subhaanallaahibukratawwaashiilaa. laailaa ha illallaahu walaa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud diina walau karihal kaafiruun. laa ha aha illallaahu wahdah, sh a© aq a wa'dahu wanashara 'abdahu wa a'azza junda-hu wahazamal ahzaaba wahdah, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. allaahu akbaru walillaahilhamd.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4mYzCDjdWDteczl2dtycFdhtElxS7CfDnf55-LQFRUYABi_FqFS3yGPm5aKqg2lZ36Qx1h5nv0F_BY8LRI1TrHRmXuhpRzfEuVLg_XYpckFOVXNwJSJpVR_9PSdvm54G74LbP1FUG6CA6/s400/154.JPG
Artinya:
"Allah Maha Besar (3X). Tiddk ada Tuhan selain Allah dan Allah M'aha Besar. AllahM'ahaBesardan milikAllahlahsegalapuji. Allah benar-benar Maha Besar dan segala puji milik Allah, puji yang sebanyak-banyaknya. Dan Mahasuci Allah, baikpagimaupunpetang. Tak ada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan ikhlas memeluk agama-Nya sekdlipun orang-orangkafirbenci.TidakadaTuhanselainAllahsendiri,membenarkan: janji-Nya,menolong hamba-Nya, memberikemendngan kepada bala tentara-Nya dan mengalahkan pasukan musuh sen4b'ian. Tak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan milikAllahlahsegalapuji."

b. Cara melaksanakan shalat idul fitri daft idul adha
1) Berdiri tegak seperti shalat fardhu, lalu membaca lafal niat shalat:
a. Jika shalat idul fitri, lafal niatnya adalah :
USHALLII SUNNATA 'IIDIL FITHRI RAK'ATAINI MA'MUUMANLILLAA ilTAAALAA.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTk3pTCnfxB-97rYspQ9Q3cdmaPEggi_whrY3l0DK44WqHSwbBqgmlEJ2H8onkTt0VZEEnUi312OTdl7NXBhe5IFKP8EaZfyTefmHh6tQb7jNFpd6TgERQiDs6K-L2xfPHywR95hFYVO-t/s400/155.JPG
b. Jika shalat idttl adha, lafal niatnya adalah:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiun4oKp_9RLHJwEKsS6QlGkn6fWMUwOvcAAwxLVezpxbsqJk3Ul4BzgiO27PzPmfs4YQwWkEmAKckr4MlRMtcExY70eDjnH0UnNm34WxeaAhrA39r8CzlSUWroAC7424mY2YOUTkXFyZRE/s400/156+a.JPG
USHALLII SUNNATA 'IIDIL ADHAA RAK'ATAINI MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALAA.Jika menjadi imam, kata MA'MUUMAN digantidengari IMAAMAN.
2) Setelah itu membaca kalimat takbir "ALLAAHUAKBAR" sambil mengangkat kedua tangan seperti shalat fardhu dan hatinya mengatakan:
a. Jika shalat idul fitri:
"Aku (mat) shalat sunat idulfitri 2 rakaat mengikut imam, karena Allah Ta'ata"
b. Jika shalat idul adha:
"Aku (niat) shalat sunat idul adha 2 rakaat mengikut imam, karena Allah Ta'ala" . JikamenjacUimam,kata"mengikutimam''digantidengan
"menjadi imam".
3) Setelah itu kedua tangan bersedekap dan membaca doa iftitah.
4) Setelah membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan membaca tasbih:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDQS_hVsVUXKtOHGF0lxmS6GoyPeUDrEWYixYsWKu_EH42QjxZqotGeByFDmQT5zkAX-1qecu8eeyQZUy0VZGZQf4o0JmK5PBQGvr88pmOd4rjklvyZZnv708v6uHpTA_97NfaMuUildAM/s400/156+b.JPG
SUBHAANALLAAHI WALHAMDU LILLAAHI WALAA
ILAAHA DXALLAAHU WALLAAHU AKBAR.
Artiya:
"Mahasuci Allah dan segala puji untuk Allah, tak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar."
5) Setelah membaca tasbih, tangan diangkat kembali setinggi bahu sambil membaca kalimat takbir "ALLAAHU AKBAR".
Setelah itu tangankembali.bersed.ekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang kedua. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang ketiga. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang keempat. Setelah itu kembali-bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang kelima. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang keenam. SetQlah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang ketujuh. Setelah itu kembali bersedekap.
6) Setelah selesai melaksanakan 7 kali takbir, dilanjutkan dengan membaca ta'awwudz dan surat Al-Fatihah, surat atau ayat-ayat tertentu (makmum hanya membaca Al-Fatihah), kemudian ruku, i 'tidal, sujud, dudukdi antaradua. sujud, dan sujud yang kedua.
7) Setelah sujud yang kedua, langsung berdiri sambil membaca takbir tanpa mengangkat kedua tangan. Lalu bersedekap membaca tasbih (lafalnya sama dengan lafal tasbih pada rakaat pertama).
8) Setelah selesai membaca tasbih, dilanjutkan dengan membaca kalimat takbir "ALLAAHU AKBAR" sambil mengangkat kedua tangan. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yangkedua. Setelah itu kembali bersedekapj membaca tasbih dan melakukan takbir yang ketiga. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang keempat. Setelah itu kembali bersedekap, membaca tasbih dan melakukan takbir yang •kelima. Setelah itu kembali bersedekap. 9) Setelah selesai melaksanakan 5 kali takbir, dilanjutkan dengan membaca ta'aWwudz dan surat Al-Fatihah, surat atau ayat-ayatteitentu, kemudian ruku, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud yang kedua dan tasyahud akhir. Setelah itu memberi salam ke kanari dan ke kiri. Setelah selesai melaksanakan shalat id ini, dilanjutkan , dengan 2 khutbah, baik dilakukan oleh imam shalat id pada saat itu, maupun oleh orang lain yang telah ditunjuk sebagai khatib. Sedangkan makmum (jamaah) mendengarkannya dengan penuh perhatian hingga selesai.

38.SHALAT DUA GERHANA

a. macam-macam gerhana :

1. Gerhana matahari ( kusuf )
2. Gerhana bulan ( khusuf )

b. tata cara shalat gerhana
1. Sebelum shalat gerhana, diadakan penggilan dengan ucapan "as shalatu jami’ah”. Tanpa adzan dan iqamat.

خـســفـت الـشــمـس عـلى عــهـد رسـول الله صـلى الله عـلـيــه و ســلـم فـبــعـث مـنــاديـا الـصــلاة جــامـعــة
Telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah lalu beliau mengirim utusan ( yang berseru ) “ash shalatu jami’ah” ( mari shalat berjamaah ! ) ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a. )

2. Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua raka’at.
خـسـفـت الـشـمـس عـلـى عـهـد رسـول الله صـلـى الله عـلـيـه و سـلـم فـبعـث مـنـاديـا الـصـلاة جـامـعـة فـقــام فـصـلـى اربـع ركـعـات فـى ركـعـتــيـن و اربـع سـجــدات
Telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah lalu beliau mengirim utusan ( yang berseru ) “ash shalatu jami’ah” ( mari shalat berjama’ah ). Lantas beliau berdiri, lalu beliau shalat dengan empat kali ruku’ dalam dua raka’at dengan empat kali sujud ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a. )
3. Bacaan surah atau ayat dinyaringkan.
صـلـى صـلاة الـكـسـوف فـجـهـر فـيـهــا بـالـقـراءة
Nabi shalat gerhana, lalu beliau nyaringkan bacaan padanya ( H.R. Tirmidzi dan beliau mengesahkannya dari Aisyah r.a. )

4. Pada setiap raka’at shalat gerhana dilakukan :
a. Dua kali ruku’ dan dua kali sujud, atau
فـصـلـى اربـع ركـعـات فـى ركـعـتــيـن و اربـع سـجــدات
Lalu beliau saw. shalat empat kali ruku’ dalam dua raka’at dan empat kali sujud ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a. )b. Tiga kali ruku’ dan dua kali sujud, atau
فـصـلـى سـت ركـعـات بـاربـع سـجـدات
Lalu beliau shalat enam kali ruku’ dengan empat kali sujud ( H.R. Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Jabir )c. Empat kali ruku’ dan dua kali sujud, atau
صـلـى ثـمـانـى ركـعـات فـى اربـع ستجــدات
Beliau (Rasulullah) shalat delapan kali ruku’ dengan empat kali sujud ( H.R. Ahmad, Muslim, Abu Daud dan Nasa-i dari Ibnu Abbas )d. Lima kali ruku’ dan dua kali sujud
وركـع خـمـس ركـوعـات و سـجــدتـيـن
Dan beliau ruku lima kali dengan dua kali sujud ( H.R. Abu Daud dan Abdullah bin Ahmad dalam al Musnad dari Ubay bin Ka’ab r.a. )Keterangan :
Yang sering diamalkan adalah tatacara ruku’ yang pertama ( a ), yaitu setiap raka’atnya ada dua kali ruku’ dan dua kali sujud. Atau dalam dua raka’at ada empat kali ruku’ dan empat kali sujud.
5. Tatacara ruku’ shalat gerhana :
a. Dua ruku’, yaitu : ( 1 ) ruku ( membaca tasbih ruku’ ), kemudian berdiri sambil membaca dzikir I’tidal lalu membaca surah atau ayat, ( 2 ) kemudian ruku lagi ( membaca tasbih ruku’ ), kemudian berdiri lagi ( membaca dzikir I’tidal ), kemudian sujud.
b. Tiga ruku’, yaitu : ( 1 ) ruku’ ( membaca tasbih ruku’ ), kemudian berdiri sambil membaca dzikir I’tidal lalu membaca surah atau ayat, ( 2 ) kemudian ruku’ ( membaca tasbih ruku’ ), kemudian berdiri sambil membaca dzikir I’tidal lalu membaca surah atau ayat, ( 3 ) kemudian ruku’ ( membaca tasbih ruku’ ), kemudian berdiri ( membaca dzikir I’tidal ), kemudian sujud
c. Empat ruku’, yaitu : ( 1 ) ruku’ ( membaca tasbih ruku’ ), kemudian berdiri sambil membaca dzikir I’tidal lalu membaca surah atau ayat, ( 2 ) kemudian ruku’ ( membaca tasbih ruku’ ), kemudian berdiri sambil membaca dzikir I’tidal lalu membaca surah atau ayat, ( 3 ) kemudian ruku’ ( membaca tasbih ruku’ ), kemudian berdiri sambil membaca dzikir I’tidal lalu membaca surah atau ayat, ( 4 ) kemudian ruku’ ( membaca tasbih ruku’ ), kemudian berdiri ( membaca dzikir I’tidal ), kemudian sujud
d. Lima kali ruku’, yaitu : ( 1 ) ruku’ ( membaca tasbih ruku’ ), kemudian berdiri sambil dzikir I’tidal lalu membaca surah atau ayat, ( 2 ) kemudian ruku’ ( membaca tasbih ruku’ ), kemudian berdiri sambil membaca dzikir I’tidal lalu membaca surah atau ayat, ( 3 ) kemudian ruku’ ( membaca tasbih ruku’ ), kemudian berdiri sambil membaca dzikir I’tidal lalu membaca surah atau ayat, ( 4 ) kemudian ruku’ ( membaca tasbih ruku’ ), kemudian berdiri sambil membaca dzikir I’tidal lalu membaca surah atau ayat, ( 5 ) kemudian ruku’ ( membaca tasbih ruku’ ), kemudian berdiri ( membaca dzikir I’tidal ), kemudian sujud.
فـقــام فـكــبـر و صـف الـنـاس وراءه فـاقـتـرأ قـراءة طـويـلـة ثـم كـبـر فـركـع ركـوعـا طـويـلا هـو ادنـى مـن الـقـراءة الاولى ثـم رفـع رأسـه فـقـال سـمـع الله لـمـن حـمـده ربـنـا و لـك الـحــمـد ثـم قـام فـاقـتـرأ قـراءة طـويـلـة هي ادنـى مـن الـقـراءة الاولـى ثـم كـبـر فـركـع ركـوعـا طـويـلا هـو ادنـى مـن الـكـوع الاول ثـم قـال سـمع الله لـمن حـمـده ربـنـا و لـك الـحـمـد ثـم سـجــد

Maka beliau berdiri lalu bertakbir dan orang-orang berbaris di belakangnya. Lalu beliau membaca surah yang panjang. Kemudian beliau ruku’ yang panjang yang lebih pendek daripada bacaan surah pertama ( sebelum ruku’ ). Kemudian beliau mengangkat kepalanya sambil membaca sami’allahu liman hamidah rabbana wa lakal hamdu, kemudian terus berdiri lalu membaca surah/ayat panjang yang lebih pendek daripada bacaan surah/ayat pertama ( sebelum ruku’ ). Kemudian bertakbir lalu ruku’ yang lebih pendek dari ruku’ pertama. Kemudian mengucap sami’allahu liman hamidah rabbana wa lakal hamdu. Kemudian beliau sujud …. ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a. )
6. Panjang atau lamanya waktu dalam mengerjakan shalat gerhana :

a. Raka’at pertama lebih panjang daripada raka’at kedua.
b. Bacaan Al Fatihah dan surah di raka’at pertama diakukan seukuran bacaan surah Al Baqarah
c. Ruku’ dan sujud dilakukan relatif lama

d. Berdiri setelah ruku pertama lebih pendek daripada berdiri sebelum ruku’. Dan berdiri setelah ruku berikutnya lebih pendek daripada berdiri setelah ruku’ sebelumnya

خـسـفـت الـشـمـس عـلـى عـهـد رسـول الله صـلـى الله عـلـيــه و سـلـم فـقـام قـيـامـا طـويـلا نحـوا مـن سـورة الـبـقـرة ثـم ركـع ركـوعـا طـويـلا ثـم رفـع فـقـام قـيـامـا طـويـلا و هـو دون الـقـيـام الاول ثـم ركـع ركـوع الاول و هـو دون الـركـوع الاول ثـم سـجـد ثـم قـام قـيـامـا طـويـلا و هـو دون الـقـيـام الاول ثـم ركـع ركـوعـا طـويـلا و هـو دون الـركـوع الاول ثـم رفـع فـقـام قـيـامـا طـويـلا و هـو دون الـقـيـام الاول ثـم ركـع ركـوعـا طـويـلا و هـو دون الـركـوع الاول ثـم سـجـد ثـم انصـرف
Telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah, lalu beliau berdiri ( shalat ) yang lama seukuran surah Al Baqarah. Kemudian beliau ruku’ yang lama. Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan berdiri yang lama, tetapi lebih pendek dari berdiri pertama ( sebelum ruku’ ), kemudian beliau sujud. Kemudian beliau berdiri yang lama, tetapi lebih pendek dari berdiri pertama ( raka’at pertama ). Kemudian beliau ruku’ yang lama, tetapi lebih pendek dari ruku’ pertama ( di raka’at pertama ). Kemudian beliau berdiri yang lama, tetapi lebih pendek dari berdiri pertama. Kemudian beliau ruku’ yang lama, tetapi lebih pendek dari ruku’ pertama. Kemudian beliau sujud. Serta kemudian beliaupun salam ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Abbas )
7.Setelah shalat diadakan khutbah
ثـم قـام فـخـطـب الـنـاس فـاثـنـى عـلـى الله بـمـا هـو اهــلـه
Kemudian beliau berdiri, lalu berkhutbah kepada orang banyak sambil menyanjung kepada Allah sesuai dengan kelayakan yang Dia miliki ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Aisyah )
8. Amaliyah-amaliyah yang diperintahkan/dianjurkan ketika terjadi gerhana :
a. Segera melaksanakan shalat gerhana dengan berjama’ah
فـاذا رايأتــمـوهـمــا فـافــزعـوا الـى الـصــلاة
Bila kamu melihat terjadinya dua gerhana tersebut, maka bersegeralah menuju shalat ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Aisyah )b. Banyak berdoa kepada Allah
فـاذا رايــتـمــوهـمــا فـادعـوا الله تـعــالـى و صــلـوا
Bila kamu meliahat kejadian dua gerhana tersebut maka segeralah berdoa kepada Allah dan shalatlah ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Mughirah r.a. )
c. Banyak berdzikir kepada Allah
فـاذا رايــتـم ذلـك فـاذكـروا الله
Bila kamu melihat yang demikian itu ( gerhana ), maka berdzikirlah kepada Allah ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas )
d. Banyak beristighfar kepada Allah
فـاذا رايــتـم شـيــئـا مـن ذلـك فـافــزعـوا الـى ذكـر الله و دعــائه و اســتـغـفــاره
Bila kamu melihat sesuatu dari yang demikian ( gerhana ), maka segeralah berdzikir kepada Allah, berdoa kepadaNya dan beristighfar ( minta ampun ) kepadaNya ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Musa r.a. )e. Banyak bersedekah
f. Banyak bertakbir
فـادعـوا الله و كـبـروا و تـصـدقـوا و صـلـوا
Maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, bersedekahlah dan shalatlah ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a. )g. Memerdekakan hamba sahaya ( budak )
لـقــد امـر رسـول الله صألـى الله عـلـيــه و سـلـم بـالعـتــاقـة فـى كـســوف الـشـمــس
Sesungguhnya Rasulullah menyuruh memerdekakan hamba sahaya disaat gerhana matahari ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Asma’ binti Abu Bakar )9. Tadabbur ( renungan ) tentang gerhana :
a. Gerhana matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang selalu terjadi di alam semesta ini
b. Terjadinya gerhana adalah karena kekuasaan Allah, bukan karena hidup atau matinya seseorang
c. Jangan mengaitkan gerhana dengan syirik, khurafat atau dongeng seperti menganggap terjadinya gerhana karena matahari atau bulan sedang ditelan oleh seekor naga atau binatang besar
ان الـشــمـس و الـقــمـر آيـتــان مـن آيــات الله لا يـنـكــسـفــان لـمــوت احــد و لا لـحــيـاتـه
Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana tidak terjadi pada keduanya karena kematian atau hidupnya seseorang ( H.R. Bukhari dan Muslim dari Al Mughirah bin Syu’bah )

39.SHALAT ISTISQA’
Istisqa’ artinya minta diturunkan hujan oleh Allah swt untuk sejumlah negeri atau hamba-hambaNya yang membutuhkannya melalui shalat, berdoa dan beristighfar ketika terjadi kemarau.
 
Bentuk-bentuk Memohon Hujan (istisqa’).
1.Seorang imam shalat dua rakaat bersama makmum, waktunya kapan saja, kecuali waktu yang dilarang untuk shalat. Dengan mengeraskan bacaan, rakaat pertama membaca surat Al-’Ala dan yang kedua dengan surat Al-Ghasiyah Selesai shalat Imam berkhutbah di hadapan manusia kemudian berdo’a kepda Allah agar diturunkan hujan. Dan ini adalah cara yang paling sempurna dan lengkap.
2.Ketika khutbah jum’at kemudian di akhir khutbah khatib berdo’a supaya diturunkan hujan, kemudian makmum mengamini do’anya. Sebagaiamana sabda Nabi saw, Dari Anas ra bahwasanya seorang laki-laki masuk masjid pada hari jum’at, sedangkan Rasulullah saw sedang berdiri berkhutbah, lalu laki-laki tadi berkata, “Wahai Rasulullah saw hartaku telah binasa, bekalku telah habis, maka berdo’alah kepada Allah agar menolong (menurunkan hujan) kepada kita, kemudian Rasulullah saw mengangkat kedua tangannya dan berdo’a,
اللَّهُمَّ أَغِثْنَا اللَّهُمَّ أَغِثْنَا اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

3.Hanya dengan berdo’a saja, bukan pada hari jum’at dan tidak pula melaksanakan shalat di masjid atau di tanah lapang.

Hukum Sholat Istisqa
Shalat Istisqa’ termasuk shalat sunnah yang sangat dianjurkan sekali (sunnah muakkadah), di mana Rasulullah saw pun telah melaksanakannya dan beliau juga memberitahukannya kepada orang-orang agar ikut serta untuk pergi ke tempat pelaksanaan shalat istisqa’.
Oleh karena itu apabila hujan sangat lama tidak turun dan tanah menjadi gersang, maka dianjurkan bagi kaum muslimin pergi ke tanah lapang untuk melaksanakan shalat istisqa’ dua rakaat di pimpin seorang imam, memperbanyak do’a dan istighfar.
 
Tata Cara Shalat Istisqa’

Pergi ke tanah lapang kemudian shalat berjama’ah bersama orang-orang yang dipimpin seorang imam tanpa adzan dan iqomah akan tetapi hendaknya mengucapakan 
الصلاة جامعة. Kemudian shalat dua rakaat, jika imam berkenan maka ia dapat membaca takbir sebanyak tujuh kali pada rekaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua seperti  pada shalat hari raya. Pada rakaat pertama imam membaca surat al-’Ala setelah ia membaca surat Al-Fatihah dengan suara yang nyaring, sedang pada rakaat yang kedua membaca surat al-Ghasiyah.
 
Setelah selesai shalat hendaknya imam menghadap ke arah jama’ah kemudian ia berkhutbah di hadapan mereka dengan menghimbau mereka supaya banyak beristighfar, lalu imam berdoa yang diamini oleh jama’ah, lalu imam menghadap kiblat serta mengubah posisi selendangnya, sehingga bagian sebelah kanan berpindah ke bagian sebelah kiri, serta bagian sebelah kiri berpindah ke bagian sebelah kanan dan kemudian mengangkat tangannya, lalu orang-orangpun harus mengubah posisi selendang mereka sebagaimana yang dilakukan seorang imam. Selanjutnya mereka berdoa sesaat kemudian bubar. Sebagaimana sabda Nabi saw dari Abdullah bin Zaid ia berkata:

رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ خَرَجَ يَسْتَسْقِي قَالَ فَحَوَّلَ إِلَى النَّاسِ ظَهْرَهُ وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ يَدْعُو ثُمَّ حَوَّلَ رِدَاءَهُ ثُمَّ صَلَّى لَنَا رَكْعَتَيْنِ جَهَرَ فِيهِمَا بِالْقِرَاءَةِ
“Saya melihat Nabi saw tatkala pergi ke tanah lapang untuk shalat istisqa’ beliau palingkan punggungnya menghadap para sahabat dan kiblat sambil berdo’a, lalu beliau palingkan selendangnya, kemudian shalat dengan kami du’a rakaat dengan suara yang keras ketika membaca ayat.
 
Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan shalat istisqa’ sama seperti shalat hari raya ini adalah pendapat Malikiyah, berdasarkan keterangan dari Aisyah, “Rasulullah saw pergi menunaikan shalat istisqa’ ketika tampak penghalang matahari.” Namun dalam hadits ini bukan membatasi bahwa waktu shalat istisqa’ itu hanya seperti keterangan dalam hadits, akan tetapi waktu pelaksanaan shalat istisqa’ dapat dikerjakan kapan saja, selain waktu yang dilarang untuk shalat. Karena shalat istisqa’ memiliki waktu yang panjang, namun yang lebih afdhal adalah dilaksanakan pada awal hari sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas, karena shalat istisqa’ menyerupai (hampir sama) dengan  shalat ‘ied tata cara dan tempatnya.
 
Hal yang Disunnahkan Sebelum Shalat

Disunnahkan kepada imam untuk mengumumkan pelaksanaan shalat istisqa’ beberapa hari sebelumnya, menghimbau orang-orang supaya bertaubat dari kemaksiatan dan menjauhkan diri dari kedzaliman. Juga menganjurkan mereka supaya berpuasa, bersedekah, meninggalkan permusuhan  dan memperbanyak amal kebaikan, karena kemaksiatan itu penyebab kemarau dan tidak diturunkannya hujan, sebagaimana ketaatan menjadi penyebab kebaikan dan keberkahan sehingga Allah swt akan menurunkan hujan dari langit.

 Khutbah Istisqa’

Para ulama’ berbeda pendapat mengenai waktu khutbah pada shalat istisqa’, Sebagian ulama’ berpendapat dan ini adalah merupakan riwayat dari Imam Ahmad, bahwasanya Imam berkhutbah sebelum shalat istisqa’.
Namun mayoritas ulama’ di antaranya adalah Malik, Syafi’I dan Muhammad bin Hasan dan ini juga riwayat dari Imam Ahmad bin Hambal dari jalur yang lain, bahwasanya khutbah istisqa’ dilaksanakan setelah shalatistisqa’  dan ini merupakan pendapat yang benar,  sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Qudamah dalm Al-Mughni berdasarkan perkataan dari Abu Hurairah di dalam hadits yang shahih,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا يَسْتَسْقِي فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ بِلَا أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ ثُمَّ خَطَبَنَا وَدَعَا اللَّهَ وَحَوَّلَ وَجْهَهُ نَحْوَ الْقِبْلَةِ رَافِعًا يَدَيْهِ ثُمَّ قَلَبَ رِدَاءَهُ فَجَعَلَ الْأَيْمَنَ عَلَى الْأَيْسَرِ وَالْأَيْسَرَ عَلَى الْأَيْمَنِ
Dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah saw keluar pada waktu istisqa’ maka kemudian ia shalat bersama kami dua raka’at tanpa adzan dan iqamah kemudian berkhutbah pada kami dan berdo’a kepada Allah dan menghadapkan wajahnya ke arah kiblat dengan mengangkat tangannya kemudian membalik selendangnya dan menjadikan selendang sebelah kanan pada pundak yang kiri dan selendang sebelah kiri diletakkan di pundak yang kanan.” (HR. Ibnu Majah).
 
Do’a-do’a Istisqa’

Di bawah ini akan kami sebutkan beberapa do’a di dalam istisqa’ yang sesuai dengan sunnah Rasulullah saw :

1. Sebagaimana hadits yang telah lalu ketika seorang laki-laki datang ke masjid dan Rasulullah saw sedang berkhutbah, kemudian ia minta supaya Rasulullah saw berdo’a sebanyak tiga kali
اللهم أغثنا اللهم أغثنا اللهم أغثنا
Ya Allah tolonglah kami, tolonglah kami, tolonglah kami.
 
2. Sebagaimana sabda Nabi saw dari Ibnu Abbas
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا طَبَقًا مَرِيعًا غَدَقًا عَاجِلًا غَيْرَ رَائِثٍ
“Ya Allah berilah kami hujan yang menolong, menyegarkan tubuh dan menyuburkan tanaman dan segera tanpa ditunda-tunda.”
 
3. Dalam Shahih Bukhari disebutkan bahwasanya Nabi Saw ketika dalam istisqa’ beliau membaca
اللهم اسقنا اللهم اسقنا اللهم اسقنا
” Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami”.
 
4. Salah satu do’a dalam istisqa’ adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالْآجَامِ وَالظِّرَابِ وَالْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
“Ya Allah turunkanlah hujan disekitar kami, bukan pada kami. Ya Allah berilah hujan ke dataran tinggi, pegunungan, anak bukit, dan lembah serta di tempat tumbuhnya pepohonan.”
 
5. Dalam Sunan Abu Dawud disebutkan di antara do’a yang dibaca Nabi saw ketika istisqa’
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ قَالَ فَأَطْبَقَتْ عَلَيْهِمْ السَّمَاءُ
“Ya Allah berilah kami hujan yang menolong. Menyegarkan tubuh, dan menyuburkan tanaman, bermanfaat dan tidak membahayakan dengan segera tanpa ditunda-tunda


Trimakasih
Wassalamualaikum warohmatullai wabarokatuh



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

sholat lengkap bagian 3



22.sholat gaib
Shalat ghaib adalah shalat jenazah yang dilakukan atas jenazah yang tidak ada di, tempat (tidak ada di hadapan orang yang menyalati)karenamayatnya berada di tempat yangjauh, walaupun sudah dimakamkan dan jarak kematiannya sadah lebih dari seminggH. Hukum melaksanakah shalat ghaib adalah sunat, baik dilakukan di mesjid maupun di atas makam jenazah tersebut Adapun cara melaksanakan shalat ghaib. itu sama dengan cara melaksanakan shalat jenazah, baik bacaan, gerakah maupun syarat dan rukunnya. Perbedaannya nanyalah pada niatl Dalam shalat ghaib harusdisebutkah hama jenazah yang akan dishalati.
Tadi lafal niatnya adalah:
USHALLI ALAA MAYYITI (sebutkannamanya!) AL-GHAA'IBI ARBA4 A TAKBIIRAATIN FARDHAL KIFAAYATI LILLAAHI TA'AALAA.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjACXM4QL7AMpuv9fuJnmD_zVoxnfnxqCbPD2H1hFTFUuUL8GFoJJzZZrHDWgfZxK-OFRAhZvkMSChDRBKimaxO2htw0FwImq6KGf6w_3yASSBisEqp7oZwB3Rd7LeWkcCY9IngzZqc_n-D/s400/136+b.JPGArtinya:
"Aku (niat) shalat ghaib atas jenazah (sebut namanya!) 4 takbir, fardhuMfayah, karena Allah Ta'ala"

Jika jenazah seorang wanita, maka lafal niatnya:

USHALLII 'ALAA JANAAZATI (sebutkan namanyalVALA GHAA'IBATI ARBA'A TAKBIIRAATIN FARDHAL KIFAA¬YATI LILLAAHI TA'AALAA,Artinya:
"Aku (niat) shalat ghaib atas jenazah (sebutkan namanyal) 4- takbir, fardhu kifayah, karena Allah Ta'ala."Jika mengikut imam, maka ditamfrahkan kata "MA'MUU-M AN''(mengikut imam) setelah kata"KIFAA YATT. Bagi orang yang mengikut imam* boleh pula membaca niat seperti di bawah ini:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtLVqx0gGTuCcW2VwyId0Isl_-xx4rxw_pdmWhOyLUByioZ4mLLPebtXDCyoJNBl2RUKKootTzgxR6adiKZbEjq5R2SmytRaPeFxR44RUSkiTgXngrDLOOmBXdWVlfzenYvu3cU1J3eS4u/s400/136+c.JPG
ushallh "alaa man shallaa 'alaffill imaamu arba'atakbhraatin patohalklfaatalllillmffl ta-aalaa.
'Artinya:
Aku (niat) shalat atas jenazah yang dishalati imam, 4 takbir ,fardhu kifayah, karena Allah Ta'ala."

23.sholat rawatib
Shalat Rawatib adalah-shalat sunat yang dikerjakan baik sebelum shalat fardhu maupun sesudahnya.Jika dikerjakan sebelum shalat fardhu, makadinamakah shalat sunatrawatib qabliyah.Sedangkan jika dikerjakan sesudahnya, maka rtamanya shalat sunat rawatib ba'diyah.
Ditinjau dari segi kepentingannya, shalat sunat rawatib dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Shalat sunat rawatib mu'akkad'
Shalat sunat rawatib mu 'akkad adalah shalat sunat rawatib yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan karena sangat penting. Shalat sunatrawatib mu'akkad ada 10 rakaat, yaitu:
- 2 rakaat sebelurn. shalat su.buh.
- 2 rakaat sebelum shalat zhuhur.
- 2 rakaat sesudah shalat zhuhur.
- 2 rakaat sesudah shalat maghrib
- 2 rakaat sesudah shalat isya.
b. Shalat sunat rawatib ghairu mu'akkad
Shalat sunat rawatib ghairu mu'akkad adalah shalat sunat rawatib yang dianjurkan untuk dikerjakan, tetapi tidak sepenting shalat sunat rawatib mu'akkad. Yang termasuk shalat sunat rawatib ghairu mu'akkad adalah:
- 2 rakaat sebelum shalat zhuhur.
- 2 rakaat sesudah shalat zhuhur.
(Jadi shalat sunat rawatib zhuhur terdiri atas 4 rakaat sebelumnya dan 4 rakaat sesudahhya)
- 2 rakaat atau 4 rakaat sebelum ashar.
(Jika 4 rakaat, maka boleh dikerjakan dengan satu kaM salam atau dua kali salam),
- 2 rakaat sebelum shalat maghrib.
- 2 rakaat sebelum shalat isya.
Adapun cara mengerjakan shalat sunat rawatib ini samadengan cara mengerj akan shalat fardhu, baik bacaan maupun gerakannya. Perbedaannya hanyalah pada niat pi samping itu, bacaan pada shalat sunat rawatib tidak dinyaringkan.
Niat shalat sunat rawatib adalah :
a. Sebelum shalat zhuhur:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8zBrMfFwtMRF_m2TzvHQTjhsL-Y5tbv4v-1Utw2rrjQJ0W78VIMRtgP7vp78t_nNJnn_iLluZv6eoLdRPXbKqC6yBmmyji-gR9nhqwFpH3_R4muiquZ7__5CPJN5X8yvvR4hSBJH0hIvS/s400/138+a.JPG
USHALLII SUNNATAZH ZHUHRI RAK'ATAINl QABLIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA,Artinya:
Aku (niat) shalat sunat qabliyyah zhuhur 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

b. Sesudah shalat zhuhur:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIxhPw86TWcEv4C1bQCqYuPnsq6J2VVOoYLsM624RmH92edpO8Y-c0-cCjYcP0WbTgrFC8CwHGa8O39Sqzybap0qxj5aT4Zr-_p7FNFseU_7Ndj6fu0UWm5DOIl3Wq6hwaLEOdb2mxCMK3/s400/138+b.JPG
USHALLII SUNNATAZH ZHUHRI RAK'ATAINl BA'DIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA.Artinya: ' '
"Aku (niat) shalat sunat ba'diyyah zhuhur 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."
c. Sebelum shalat ashar:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHEgkh8ZVbeWaVxv-hAfbyzQMFnT0FtP7wvTOVHYn3gxuJf1mwY_DwKgjyrMGwo-ZRKFdAQaxnNcBgq0GWZ12Cd53pxHPVmz5ywQ7oA8dq9Y2VZRzgAP-B_xLsOidhdB6ldE9p8qsUQOx4/s400/139+a.JPG
USHALLHSUNNATAL'XSHRIRAK'ATAMQABLIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA.
Artinya:
" Aku (niat) shalat sunat qabliah ashar 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

d. Sebelum shalat maghrib :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit72gfDJMKbeDf8-2zswWsYuS-qcxB08u79a0W_O7VvaYkK8Yhek2zQk7Dvm4HiTnZEVTSno1fzeGRpsLJggW4Afp9SpNGB66jhxWs0IEfiWNJ0bYqMIDpNqVcCbeJGcCl4YIuwUqqrJbj/s400/139+b.JPG
USHALLII SUNNATAL MAGHRIBI RAK'ATAINl QAB-LIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA.
Artinya: " .'
"Aku (niat) shalat sunat qabliyyah maghrib 2 rakaat, karena Allah Ta'alar
e. Sesudah shalat maghrib :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8P-9v-lEULS3chQuX7a-eXL1SGALuAr2JwrfsdSVY_ughTc2PqheQs50pzKYgGRE_7OYm0Qs63WEBqkfWjEsChgdzlyIL0cMmr9MIrAN9xsXLvqcKklXwZrDyFksoNuZdHnhypgpaeUD4/s400/139+c.JPG
USHALLII SUNNATAL MAGHRIBI RAK'ATAIN BA'DIYYATAN LILLAAHI TA'AALAA.Artinya:
"Aku (niat) shalat sunat ba'diyyah maghrib 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."
f. Sebelum shalat isya:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS_r56uSB_K7hyphenhyphen0mSeN-iBskYEIBEdNlpw55Lk4qRuGcfVOTb7B0fsoSuP-7g27I72e0x-zL_eepBFASrMrtD1hU9rawHQghMLa9D31jMW3PyVtYoptxE3C17-aU24VARdJMU8XUtdbO_I/s400/139+d.JPG
USHALLII SUNNATAL 'ISYAA'I RAK'ATAINI QABLIYYATAN LILLAAHITA'AALAA.
Artinya:
"Aku (niat) shalat sunat qabliyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta'alar
g. Sesudah shalat isya:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW6stwULwgsSwoLCmcsEs_myod9aqIwzWrOy0sEeiFhPBFAH0hc6IriAKUXFIXyRPWKaPAATtD4fvtU63g0sbF_D6iNg7gR4NN2QRSnccv_vzNzEiCv6qG71j6X1iY29N3jk0CMribJ76a/s400/140+a.JPG
USHALLII SUNNATAL 'ISYAA'I RAK'ATAINI BA'DIY-YATAN LILLAAHI TA'AALAA.Artinya:
"Aku (mat) shalat sunat ba'diyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."
h. Sebelum shalat subuh:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6IH10a-X7E3ReJmZPWKiFClqhroFrzax_spaStJYAIu9GFB6RWT4vF9IbKU1PdVYcgIJYmYeiPPI11JIIARulgA_1n8rLqSUmJRu-vLwxl9S-gYzB9JcYFSTBaqfz1610j6rw7O10-F1o/s400/140+b.JPG
USHALLII SUNNATASH SHUBHI RAK'ATAINI QABLIY-YATAN LILLAAHI TA'AALAA.Artinya:
"Aku (niat) shalat sunat qabliyyah subuh 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."


24.shalat sunah wudhu
Shalat sunat wudhu atau yang disebut juga dengan shalat syukrul wudhu adalah shalat yang dikerjakan setelah berwudhu. Tata cara pelaksanannya adalah:
a.
   Sehabis berwudhu kita disunahkan membaca doa:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdauu laa syarika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj’alnii minat-tawwaabiina waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash-shaalihiin.

Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya.Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.”

b.
  Selesai membaca doa tersebut, lalu melaksanakan shalat sunah wudhu 2 rakaat.
Niatnya:
أُصَلِّ سُنَّةَ الوضوءِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى. اَاللهُ اَكْبَرُ

Ushallii sunnatal-wudhuu’I rak’ ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya:
 ”Aku niat shalat sunah wudhu 2 rakaat karena Allah.”

c.     Shalat ini dikerjakan 2 rakaat sebagaimana shalat yang lain dengan ikhlas sampai salam.

d.    Keutamaan Shalat Syukrul Wudhu
“Rasulullah berkata kepada Bilal: Ceritakanlah kepadaku amal apa yang amat engkau harapkan dalam Islam, sebab aku mendengar suara kedua sandalmu di surga? Bilal menjawab: Tidak ada amal ibadah yang paling kuharapkan selain setiap aku berwudhu baik siang atau malam aku selalu shalat setelahnya sebanyak yang aku suka” . (HR  Bukhari)

 25.SHALAT TAUBAT

Shalat Taubat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim jika ingin bertaubat terhadap kesalahan yang pernah ia lakukan. Shalat taubat dilaksanakan dua raka'at dengan waktu yang bebas kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat.

Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bangun (bangkit) dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya”.

Kemudian beliau membaca ayat :
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali-Imran: 135)
Tata Cara Shalat Taubat
Jumlah rakaatnya 2, 4 sampai 6 rakaat.

Niat shalat taubat:

اصـلي ســنـة الـتـوبـة ركـعـتين لله تــعالى. أ لله أ   كبر

“Ushallii sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku niat shalat sunat taubat dua rakaat karena Allah.”

Raka'at 1 : Al-Fatihah + Qulya (Surat Al-Kafiruun)
Raka'at 2 : Al-Fatihah + Qulhu (Surat Al-Ikhlas)
Bacaan sesudah salam :
1. Hadiah kepada salam
"ILA HADROTIN NABIYYIL MUSTHOFA ROSULLULLOH SHOLLALLOHU'ALAHI
WASSALAM, AL-FATIHAH (1x)
2. Qulhu(3x), Al-Falaq (1x), An-Naas(1x) Ayat Kursi(1x)
3. Dzhikir(3x)
4. Sholaawat pengampunan dosa (11x)
"ALLOHUMMA SHOLLI'ALA SAYYDINA MUHAMMADIN ABDIKA WA NABIYYIKA WA ROSULIKAN NABIYYIL UMMIYI"
5. Do'a Taubat :

بسم الله الرحمن الرحــيم
أســتغفر الله الـعـظيم الذي لااله الا هــوالحـي القــيوم واتــوب الـيه توبة عـبد ظالم لا يملك لـنفـسهضـرا ولانفـعاولامــوتا ولاحــياة ولانــشورا.أللــهـــم اغـفرلي ياغــفاراسـترعــيوبناياســتاروامح ذنــوبــنابكـرامك وفــضلك ومــنـك رحمة واسـعة كل شـيء يارحمن.ربــناظلمـناانــفسناوانلم تغفرلناوترحمـنالنكونن من الخاســرين.أللــــهـم انت ربي لآ اله الا انت خــلقــتني واناعـبدك واناعلى عهدك ووعــدك مااستطعت ابوءلك بـنعمتك علي وابوء بذنبي فإنه لايغفر الذنـوب إلا انت

"astagfirullohal 'adhzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyum wa atubu ilaih taubatan 'abdi dhzolimin layamliku linafsihi dhzorron , wa la hayatan wa la mautan wa la hayatan wa la nusyoron"yassirhu wa in kaana haraaman fa thahirhu, wa in kaana ba-iidan fa warribhu, bihaqqi dhluhaa-ika, wa bahaa-ika, wa jamaalika, wa quwwatika, qudratika, aatinii maa ataita 'ibaa dikashshalihin

Artinya:
Ya Allah ampunilah segala dosa-dosaku, yang tidak ada tuhan melainkan Dialah Allah, Maha Hidup, Maha Penjaga, dan taubat kepadaNya."
Ya Allah bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuhamu, kecantikan ialah kecantikanmu, keindahan itu keindahanmu, kekuatan itu kekuatanmu, kekuasaan itu kekuasaanmu, Ya Allah jika rizkiku masih diatas langit turunkanlah, jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukarmudahkanlah, jika haram, sucikanlah, jika masih jauh, dekatkanlah berkat waktu dhuha, keagungan, kekuatan dan kekuasaaanmu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambamu yang shaleh

26.SHALAT HAJAT 
adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ia memiliki hajat tertentu dan ia ingin hajat tersebut dikabulkan oleh AllahSWT.Shalat dilakukan minimal 2 raka'at dan maksimal 12 raka'at dengan salam setiap 2 rakaat. Shalat ini dapat dilakukan kapan saja asalkan tidak pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan shalat (lihat pada shalat sunnat).

a.              Niat shalat hajat
اصـلي ســنـة الحــاجـة ركـعتـين لله تــعالى.  ألله أ كبر.
“ Ushallii sunnatal haajati rak’aataini lillaahi ta’aala.”
Artinya:
“Aku berniat shalat hajat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

b.            Doa Shalat Hajat
Setelah selesai shalat hajat, lalu membaca istigfar.Dalam kitab Tajul Jamil lil ushul, dianjurkan setelah shalat hajat membaca istigfar 100x, seperti kalimat istigfar yang biasa atau sebagai berikut:

“Astagfirullaha rabbi min kulli dzanbin wa atuubu ilaiih.”
Artinya:
“Aku memohon ampunan kepada Tuhanku, dari dosa-dosa, dan aku bertaubat kepada-Mu”

c.             Selesai membaca istigfar lalu membaca shalawat nabi 100x, yakni:
“Allahuma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin shalaatarridhaa wardha ‘an ashaabihir ridhar ridhaa.”
Artinya:
“Ya Allah, beri karunia kesejahteraan atas jungjunan kami Muhammad, kesejahteraan yang diridhai, dan diridailah daripada sahabat-sahabat sekalian.”

بسم الله الرحمن الرحــيم
اللــهــم انت تـعلم سري وعــلا نـيـتي فاقبـل مـعـذرتي وتـعـلم حــاجتي فاعـطنى ســؤلي ،لااله الااللهالحــليم الكريم ، سبحان الله رب العرش الـعـظيم،الحمدلله رب العالمين.أسألك موجبات  رحمتك. وعــزائم مــغفرتك، والغنـيمة من كل بر، والـسلا مة من كل إثم ، والعصمة من كل ذنب:لااله الاانتسـبحانك إني كــنت من الـظالمــين.اللــهـم لا تدع لنافى مـقامناهــذاذنــباإلا غفرته ولاهــماالافرجتة ولاجاهلا الا علمته ولامــريضاالاشفــيته ولا حاجة هي لك فــيهارضاإلاقضيتها ياارحم الراحمين.أللــهــم كاشـف الغم مفرج الهـــم مجيب المضطرين اذا دعــوك رحمن الدنيا  والاخرة ورحــيمهمافارحمناحاجتنا...هــده  بقضـائهاونجاحهاتغنينابهاعن رحمة من سواك. وصلى الله على سيدنامحمج واله وصحبه وســلم.أللــهــمإنك تعـلم سرى وعـــلانيتى فاقبل معــدرتى وتعلم حاجتي فاعـطني سـؤلى وتعلم مافى نفسى فاغفرلي ذنــوبي، أللــهــم إني اســئلك إيــمانايـباشر قلبي ويقــيناصادقاحـتى اعــلم انه لايصـيبني الا ماكتبته علي والرضابـماقسمته لي ياذاالجـــلا ل والاكرام.
 “Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim.Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin.As `aluka muujibaari rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri wassalaamata ming kulli itsmin.Laa tada’ lii dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.”
Artinya:
 “Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.”
Setelah itu, mohonlah kepada Allah apa yang kita inginkan, insya Allah, Allah mengabulkannya. Amin.

d.            Keutamaan Shalat Hajat
Sabda Rasulullah:
"Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat." (HR Ahmad)

27. 
SHALAT SUNNAH AWWABIN
Shalat sunat awwabin adalah shalat sunat yang dikejakan selesai mengerjakan shalat sunat ba’da magrib, dilakukan sebanayak 2 sampai dengan 6 rakaat.

a.             Adapun tata cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut
Shalat 2 rakaat dengan niat:

اصلي ســنة الـتسبـيح ركعتين لله تــعالى . أ لله أكبر

Ushallii ral’ataini shalaatal-awwaabiina sunnatal lillaahi ta’aallaa.
Artinya:
“Aku niat shalat dua rakaat sunat awwabin, karena Allah.

b.  
 Sesudah membaca Fatihah pada rakaat pertama, bacalah:
         surat Al-Ikhlas 6x
         surat Al-Falaq 1x
         surat An-Naas 1x
begitupun dengan rakaat kedua.

c.    Sehabis salam dua rakaat, maka shlat lagi 2 rakaat. Dan dibaca pada rakaat pertama dan kedua setelah Al-Fatihah mana saja surat yang dikehendaki. Niatnya, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.
d.    Sesudah itu, berdiri lagi dengan niat sama seperti sebelumnya, dilaksanakan 2 rakaat, dengan bacaan pada rakaat pertama sesudah Al-Fatihah, bacalah surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua sesudah membaca Al-Fatihah bacalah surat Al-Ikhlas.
Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
"Barang siapa shalat 6 rakaat setelah magrib, di sela-selanya tidak berbicara kotor, maka ia mendapatkan pahala ibadah selama12 tahun.”
Kemudian beliau juga meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda:
 
"Barangsiapa shalat 20 rakaat setelah maka Allah mambangun rumah di sorga untuknya", Tirmidzi berkata, hadist Abu Harairah "gharib" (hanya diriwayatkan seorang rawi yang tidak kuat).”
Tabrani juga meriwayatkan dari Ammar bin Yasir, Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa melakukan shalat 6 rakaat setelah maghrib, maka diampuni dosanya meskipun sebanyak ombak lautan.
 بسم الله الرحمن الرحــيم
رب اغــفرلي ولـوالدي وارحـمهـماكماربـياني صـغيرا.رب أوزعـني ان اشــكرنعمتـك الـتي انعـمت علي وعلى والدي وان اعمـل صالـحاترضـاه واد خــلني برحمـتك في عــبادك الـصالحـين .رب اوزعــني ان اشـكراشــكرنعمتـك الـتي انعـمت علي وعلى والدي وان اعمـل صالـحاترضـاه واصلح لي في ذريتى اني تبت الـيك وانى من المــسلمين

28.SHALAT SUNNAH TASBIH

Shalat sunat tasbih adalah shalat sunat yang di dalamnya dibacakan kalimat tasbih sebanyakk 300 kali.
 Niat shalat tasbih:

اصلي ســنة الـتسبـيح ركعتين لله تــعالى . أ لله أكبر

“Ushallii sunnat tasbihi rak’ataini lillaahi ta’aalaa”
Artinya:
"Aku niat shalat sunat tasbih dua rakaat, karena Allah."

Tata Cara Shalat Tasbih
Shalat tasbih dilakukan 4 raka'at (jika dikerjakan siang maka 4 raka'at dengan sekali salam, jika malam 4 raka'at dengan dua salam ) sebagaimana shalat biasa dengan tambahan bacaan tasbih pada saat-saat berikut:

NO
Waktu
Jml. Tasbih
1
Setelah pembacaan surat al fatihah dan surat pendek saat berdiri
 15 kali
2
Setelah tasbih ruku' (Subhana rabiyyal   adzim...)
 10 Kali
3
 Setelah I'tidal
10 Kali
4
 Setelah tasbih sujud pertama (Subhana rabiyyal a'la...)
10 Kali
5
Setelah duduk diantara dua sujud
10 Kali
6
Setelah tasbih sujud kedua
10 Kali
7
Setelah duduk istirahat sebelum berdiri (atau sebelum salam tergantung pada raka'at keberapa)
 10 Kali

  Jumlah total satu raka'at
 75

Jumlah total empat raka'at
4 X 75
= 300 kali

Tata cara sholat Tasbih :

1.    Takbiratul Ihram (bersamaan niat)

2.    Membaca doa iftitah

3.    membaca Surat Alfaatihah

4.    membaca surat-surat dari alquran bisa memakai surat permulaan surat alhadiid, surat alhasyri, surat shoff dan surat attaghoobun karena keempat surat ini memiliki kecocokan dengan sholat tasbih bila tidak boleh memakai surat azzalzalah, al’aadiyaat, attakaatsur dan al-ikhlas

5.    membaca

سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
“Subhaanallah wal hamdulillah wa laailaaha illa alloohu wallaahu akbar wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi”
Sebanyak 15 kali (sebelum ruku)

6.    Ruku dan membaca
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
“Subhaanallah wal hamdulillah wa laailaaha illa alloohu wallaahu akbar wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi”
Sebanyak 10 kali

7.    I’tidal dan membaca
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
“Subhaanallah wal hamdulillah wa laailaaha illa alloohu wallaahu akbar wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi”
Sebanyak 10 kali

8.             sujud dan membaca
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
“Subhaanallah wal hamdulillah wa laailaaha illa alloohu wallaahu akbar wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi”
Sebanyak 10 kali

9.          Duduk diantara dua sujud dan membaca
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
“Subhaanallah wal hamdulillah wa laailaaha illa alloohu wallaahu akbar wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi”
Sebanyak 10 kali

10.                     Sujud yang kedua dan membaca
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
“Subhaanallah wal hamdulillah wa laailaaha illa alloohu wallaahu akbar wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi”
Sebanyak 10 kali

11.                     Duduk istirohah (sebelum bangun untuk berdiri) dan membaca
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
“Subhaanallah wal hamdulillah wa laailaaha illa alloohu wallaahu akbar wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi”
Sebanyak 10 kali

12.                      Tasyahud dan membaca
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
“Subhaanallah wal hamdulillah wa laailaaha illa alloohu wallaahu akbar wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi”
Sebanyak 10 kali

13.                     Maka hitungan bacaan tasbih
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
“Subhaanallah wal hamdulillah wa laailaaha illa alloohu wallaahu akbar wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi”

Dalam setiap rokaat menjadi 75 kali
Hitungan jumlah tasbih dan penempatannya seperti ini paling kuatnya pendapat diantara hadits riwayat Ibni mas’ud ra. :

”Setelah takbiratul ihram 15 kali, setelah membaca fatihah sebelum membaca surat 10 kali, dalam rukuk, I’tidal sujud awal dan ke dua serta duduk dianta dua sujud masing-masing 10 kali dengan tidak membaca tasbih pada duduk istirohat dan setelah tasyahhud, kemudian setelah berdiri membaca tasbih 15 kali begitu juga setelah selesai membaca fatihah sebelum membaca surat 15 kali”
Bila engkau mampu melakukan sholat tasbih tiap hari maka lakukan, bila tidak mampu boleh sebulan sekali, setahun sekali bahkan seumur hidup sekali, bila tidak berarti anda termasuk orang malas dalam menjalani agama,

Dan berdoalah setelah usai tasyahhud akhir *sebelum salam) dengan memakai doa

DOA SOLAT TASBIH
اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ تَوْفِيْقَ اَهْلِ الهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ اليَقِيْنِ وَمُنَاصَحَةَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ اْلعِلْمِ حَتَّى نَخَافَـكَ

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ مَخَافَةَ تُحْجِزُنَا عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى نَعْمَلَ بِطَاعَتِـكَ سُبْحَانَ خَالِقَ النُّوْرُ.
والصَلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَي اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ والحَمْدُ للهِ رَبِّ
العَالَمِيْنَ


" Ya Allah aku meminta padaMu pertolongan (melakukan kebaikan) sebagaimana yang
Engkau berikan kepada orang-orang yang mendapatkan petunjuk, amal-amal yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai keyakinan tinggi, nasihat-nasihat orang yang ahli bertaubat, kemauan kuat yang dimiliki orang-orang yang ahli bersabar, kesungguhan orang-orang yang selalu takut (padaMu), permintaan orang-orang yang selalu cinta (padaMu), beribadahnya orang-orang yang ahli menjaga diri dari perkara subhat, pengetahuan orang-orang yang ahli dalam ilmu (agama) sehingga akupun dapat takut kepada Mu. Ya Allah sesungguhnya aku meminta padaMu rasa takut yang menjagaku dari melakukan kemaksiatan padaMu, sehingga dengan taat padaMu akupun bisa melakukan amal, yang dengannya bisa kuraih ridloMu dan dengan taubat aku dapat mengambil rasa takut kepada Engkau, dan kumurnikan padaMu nasehat karena malu pada Engkau. Dan aku pasrahkan segala urusan padaMu karena wujudnya prasangka baik kepadaMu. Maha Suci Allah Sang Pencipta Cahaya".

 29.SHALAT DHUHA

Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika matahari sedang naik. Kira-kira, ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur. Jumlah raka'at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka'at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka'at sekali salam.

 Tata Cara Shalat Dhuha
1.     Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surat Asy-Syams
2.     Pada rakaat kedua membaca surat Adh-Dhuha

Niat shalat dhuha adalah:

اصلي ســنة الــضحي  ركـعتـين لله تــعالى . أ لله أكبر
“Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”
Artinya:
 Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah.

Doa yang dibaca setelah shalat dhuha:

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadikash shalihin.
Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Rahasia dan Keutamaan shalat Dhuha
Hadits Rasulullah saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:

1.     Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda:
"Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala" (HR Muslim).

2.     Ghanimah (keuntungan) yang besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:"Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: "Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).
3.     Sebuah rumah di surga
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw: 
"Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surge." (Shahih al-Jami`: 634)

4.     Memeroleh ganjaran di sore hari
Dari Abu Darda' ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:
"Allah ta`ala berkata: "Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya" (Shahih al-Jami: 4339).

5.Pahala Umrah

Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
 
"Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah....(Shahih al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna" (Shahih al-Jami`: 6346).

6.     Ampunan Dosa
 "Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." (HR Tirmidzi)

 31.SHALAT TAHAJUD
Shalat Tahajud  adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya sampai menjelang subuh.
Jumlah rakaat pada shalat ini tidak terbatas, mulai dari 2 rakaat, 4, dan seterusnya.
   
a.Waktu Shalat Tahajud
1.     Sepertiga malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 samapai jam 22.00
2.     Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00
3.     Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh.

b.             Niat shalat tahajud

اصلي ســنة الــتهجد  ركـعتـين لله تــعالى . أ لله أكبر

“Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa”
Artinya:
 “Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”

c.           Doa yang dibaca setelah shalat tahajud:

“Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.”
Artinya:
“Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”
Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa
 Rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

 “Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji,Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit danbumi serta seisinya.Bagi-Mu segala puji, EngkauTuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya.Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit danbumi serta seisi-nya. Bagi-Mu segala puji, Engkaubenar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu
dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Nerakaadalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah
benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari-Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah,
kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal,kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali
(bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat(kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan
ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu,ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan
datang. Engkaulah yang mendahulukan danmengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah
kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak adaTuhan yang hak disembah kecuali Engkau”.
Do’a Sholat Tahajjud dibawah ini diambil dari Hadits Shahih Muslim
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ. وَلَكَ الْحَمْدُ. أَنْتَ قَيَّامُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ. وَلَكَ الْحَمْدُ. أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ. وَمَنْ فِيْهِنَّ. أَنْتَ الْحَقُّ. وَوَعْدُكَ الْحَقُّ. وَقَوْلُكَ الْحَقُّ. وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ. وَالْجَنَّةُ حَقٌّ. وَالنَّارُ حَقٌّ. وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ. وَبِكَ آمَنْتُ. وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. وَإِلَيْكَ أٰنَبْتُ. وَبِكَ خَاصَمْتُ. وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِي. مَا قَدَّمْتُ وَأَخَّرْتُ. وَأَسْرَرْتُ وَأَعْلَنْتُ. أَنْتَ اِلٰهِي لاَ اِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

  Ya Allah, segala puji bagi-Mu.Engkau adalah cahaya langit dan bumi.Segala puji bagi-Mu.Engkau adalah pemelihara langit dan bumi.Segala puji bagi-Mu.Engkau adalah Tuhan langit dan bumi serta semua yang ada padanya.Engkau adalah yang hak, janji-Mu adalah hak, firman-Mu adalah hak, perjumpaan dengan-Mu adalah hak, surga adalah hak, neraka adalah hak, hari kiamat adalah hak.Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri.Kepada-Mu aku beriman.Kepada-Mu aku bertawakal.Ke pangkuan-Mu aku pulang.Kepada-Mu aku mengadu. Dengan (nama) Mu aku memutuskan. Maka ampunilah aku, ampunilah dosa-dosaku, baik yang telah lewat maupun yang akan datang, yang aku lakukan secara diam-diam maupun yang terang-terangan. Engkau adalah Tuhanku.Tidak ada Tuhan selain Engkau.

d.  Setelah itu, perbanyaklah membaca istigfar sebagai berikut
“Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih”
Artinya:
“Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya”
e.   Keutamaan Shalat Tahajud
Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: 
“Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)
Selain itu, Allah sendiri juga berfirman:
 
“Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.” (QS Al-Isra’: 79)
f. Kiat Mudah Shalat Malam/Qiyamullail
Agar kita diberi kemudahan bangun malam untuk melakukan shalat malam, cobalah tips-tips berikut ini:
1.     Aturlah aktivitas di siang hari agar malamnya Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.
2.     Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.
3.     Hindari maksiat, sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”
4.     Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya.
5.     Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
6.     Baik juga jika janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone.
7.     Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program tahajud bersama sekali atau dua malam dalam sepekan.
8.     Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.

32.SHALAT TAHIYATUL MASJID
Shalat tahiyat masjid adalah shalat 2 rakaat yang dikerjakan ketika masuk ke mesjid sebagai penghormatan kepada mesjid, karena mesjid termasuk "Baitullah (rumah Allah).
Hal ini sesuai dengan makna yang terkandung dalam kata 'Tahiyyatul masjid', yaitu "Penghormatan terhadap mesjid".Shalat tahiyat masjid hukumnya sunat, dan dikerjakan sebelum duduk, baik hari Jum'at maupun hari lainnya, siang maupun malam hari, walaupun pada waktu - waktu terlarang (jika masuk ke mesjid karena suatu sebab, misalnya hendak beri'tikaf, menuntut ilmu, atau menunggu tibanya waktu shalat dan sebagainya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiINABkkDPYrstkldxB58UVTb_Hu1EEznAxxz5MIB0_NtZ4IM5B3i8c564m8XlQUOMUj81smNJmOwBbhmzYGaJotH7EP0D5TMPpSQ7R6bBRBLTvYeLkilgQrX6jfo-wYs0Qdn4L_bV0QBvR/s400/168.JPG
Seseorang yang hendak pergi ke mesjid, baik pada hari Jum'at maupun hari lainnya, dalam perjalanan hendaklah membaca doa berikut:
ALLAAHUMMA BIHAQQIS SAA'ILIINA 'ALAIKA WA BIHAQQIR RAAGHIBIINA ILAIKA WA BIHAQQI MAMSYAAYA HAADZAA ILAIKA. FA INNII LAM AKHRUJ ASYIRAN WA LAA BATHARAN WA LAA RIYAA'AN WA LAASUM'ATAN BALKHARAJTU ITTIQAA'A SAKHATHIKA WABTTIGHAA'A MARDHAATIKA. FA AS'ALUKA ANTUN QIDZANNII MINANNAARIWA ANTAGHFIRALII DZUNUUBII FAINNAHUU LAA YAGHFIRUDZDZUNUUBA ILLAAANTA.Artinya:
"Wahai Allah! Berkat kebenaran orang - orang yang memohon kepada-mu, berkat kebenaran orang-orang yang cinta kepada-Mu, dan berkat kebenaran perjalananku ini menuju kepada-Mu, maka sesungguhnya aku keluar bukan kejahatan bukan karena keangkuhan, bukan karena ria, bukan pula karma sum'ah, tetapi aku keluar karena takut akan kemurkaan-Mu, dan mengharapkan ridha-Mu. Oleh karena itu aku memohon kepada-Mu agar Engkau selamatkan aku dari neraka, dan Engkau ampUni aku, segala dosaku, karena sesungguhnya takada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau."

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHbXSVx0MnOS8QxGCyPUDyJ-n_RfPokA28OLKIL4dz5kDMwZ2cTlVezIkUgTRGB_t8AAXYYR2bDJn31xVdYFbJclbMijtUYwkU_V3qSa1Z7wEIgDKBmpZtz4YsLdePBvf5qNz19wsi9o3x/s400/169.JPGJika hendak memasuki mesjid, maka dahulukan kaki kanan dan bacalah doa:
ALLAAHUMMA SHALLI 'ALAA MUHAMMAD WA 'ALAA AALI MUHAMMAD WA SHAHBIHI WA SALLIM. ALLAAHUMMAGHFIRLII DZUNUUBII WAF TAHLII ABWAABA RAHMATIKA.Artinya:
"Wahai Allah! Berilah rahmat dan kesejateraan kepada Nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya. Wahai Allah! Ampunilah segala dosaku, dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatmu.

Jika telah berada di dalam mesjid, sebelum duduk, hendaklah niat beri'tikaf dan dilanjutkan dengan mengerjakan shalat sunat tahiyat masjid 2 rakaat.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgynnFPHc7_gzuzZbKJSPDYUW14nPQ_t5JXBTVYnHwhfT7z-_6PwczlJB5rjOVi-kmvEQM-5dq-jZcGetZ-rzsyBm4wW83CvSheFqWOIPIsynmaiMIx4hnAmh_POG3NRIV-SUy8iDo3GvmH/s400/170a.JPGNiat i'tikaf adalah:NAWAITU ANA'TAKIFA FII HAADZAL MASJIDI SUNNATAN LILLAAHI TA'AALAA.
Artinya: (di dalam hati)
"Aku niat beri'tikaf didalam mesjid ini, sunat karena Allah ta'ala."

Niat shalat sunat tahiyat masjid adalah:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_LHxYmBkZo8jYcuinNYszdW1oyStIwBVo4PJG3Xs1aDytCHSdJCAu0UNNH2St1aJNJlD-NKIWrTiUN5h-UVZ0fNYz8zRClX1i2X6MnBZ1p0w-7mFSlOa8-lQpXPQGSXWzHQW-BjguUV0l/s400/170b.JPG
USHALLII SUNNATA TAHIYYATIL MASJIDI RAK'ATAINI LILLAAHI TA'AALAA.Artinya: (di dalam hati pada saat takbiratul ihram!)
"Aku (niat) shalat sunat tahiyat masjid 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."

Jika pada saat tiba di mesjid shalat Jum'at atau shalat berjamaah telah dimulai, maka shalat tahiyat masjid tak perLu dikerjakan.
Akan tetapi jika khatib sedang khutbah, maka boleh mengerjakannya dengan meringankan bacaan.Jika telah telanjur duduk, maka tak periu bangun untuk mengerjakannya.

Kemudian ketika hendak keluar dari mesjid, 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipXsnIr7nMvqJin2DH6aWoMy7G5sY7fA1b8rqzAaYG9ezk3-endAj0lYgRH1qKXkxE6LD5L1gGMEwD_euwcZpjPh0XbZt_Xbu7hpWeuT17-UM6BaIIrLW9dYmp7k1__zJLtobhygkYDukp/s400/171.JPGdahulukan kaki kiri dan bacalah doa:

ALLAAHUMMA SHALLI 'ALAA MUHAMMAD WA'ALAA AALI MUHAMMAD WA SHAHBIHI WA SALLIM. ALLAAHUMMAGHFIRLII DZUNUUBII WAFTAHLII ABWAABA FADHLIKA.ALLAAHUMMA'SHIMNII MINASY SYATTHAANIR RAJIIMI.

Artinya:
"Wahai Allah! Berilah rahmat dan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya. Wahai Allah! Ampunilah segala dosaku, dan bukakanlah untukku pintu-pintu keutamaan (kemurahan)-Mu. Wahai Allah! Lindungilah aku dari setan yang terkutuk.

34.Shalat sunah muthlaq 
ialah sunah yang boleh dikerjakan pada waktu kapan saja, kecuali waktu yang terlarang untuk mengerjakan shalat sunah. Jumlah rakaatnya tidak terbatas.Shalat sunah muthlaq yakni sunah yang tidak bersebab, bukan karena masuk masjid, bukan karena shalat qabliyah atau ba’diyah shalat fardhu, dan yang lainnya.Shalat ini semata-mata shalat sunah muthlaq, kapan pun dan di mana pun dapat dikerjakan, asal jangan waktu haram.Adapun waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shalat sunah adalah:
1.Waktu matahari sedang terbit hingga naik setombak/lembing.
2.Ketika matahari berada tepat di puncak ketinggiannya hingga tergelincirnya. Kecuali pada hari Jumat ketika orang masuk masjid untuk mengerjakan shalat tahiyyatul-masjid.
3.Sesudah shalat asar sampai terbenam matahari.
4.Sesudah shalat subuh hingga terbit matahari agak tinggi.
5.Ketika matahari sedang terbenam sampai sempurna terbenamnya
Lafazh niatnya sebagai berikut:

اصلي ســنة ركـعتـين لله تــعالى . أ لله أكبر

Ushallii sunnatar rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar
Artinya: “Aku niat shalat sunah dua raka’at karena Allah. Allaahu akbar.”
Shalat sunah tidak terbatas, beberapa saja yang sanggup kita laksanakan, dan tiap-tiap dua raka’at satu salam

35. Shalat Tarawih

Shalat tarawih adalah shalat yangdikerjakan pada setiap malam selama bulan Ramadhan.Shalat ini biasa disebut qiyaamu Ramadhan.Hukumnya adalah sunat mu'akkad, baik dikerjakan sendiri-sendiri maupun berjamaah.Akan tetapi lebih utama dikerjakan dengan berjamaah.
Adapuh waktu pelaksanaannya adalah mulai setelah shalat Isya (sebelum shalat sunat witir} sampai terbit fajar shadiq (masuk waktu subuh).
Jumlah rakaatnya 20 rakaat (ditambah 3 rakaat sunat witir), atau adapula-yang mengerjakan 8 rakaat (ditambah 3 rakaat sunat witir).Bahkan Imam Malik memilih 36rakaat> sebagaimana yang dikerjakan oleh penduduk Madinah.
Shalat tarawih ini boleh dikerjakan dengan 2 macam cara, yaitu:
a. Setiap 2 sakaat salam.
b. Setiap 4 rakaat salam
 (tanpa tasyahud awal).
Akan tetapi yang paling baik adalah setiap 2 rakaat salam, karena dalam hadits Rasulullah saw menyatakan bahwa shalat malam itu sebaiknya dikerjakan 2 rakaat 2 rakaat.
Setelah shalat tarawih selesai dilanjutkan dengan mengerjakan .shalat sunat witir 3 rakaat. Shalat sunat witir ini boleh dikerjakan 3 rakaat salam (3 rakaat sekaligus, tanpa tasyahud awal), atau pertama dikerjakan 2 rakaat, kemudian 1 rakaat.

Cara pelaksanaan shalat tarawih sama dengan cara pelaksanaan shalat fardhu, baik gerakan maupun bacaannya. Perbedaannya adalah pada niat.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBVNd_K8lnmFKY-7g3Rgneq7-TeD1uMtynxrCMJkmqVdY-ykRRP4T8LPwagDSDaZDkgYVPepWE8bJsavpCe-tX7fMGwlQRIvxWMarjPGZhIT2B13tIipAAgWt5_nkWpDGWtcLBdngKlOA7/s400/141.JPGNiat shalat tarawih adalah:
USHALLII SUNNATAT TARAAWIIH RAK'ATAINI MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALAA,
Artinya: (didalamhatipadasaat takbiratulihram!)
"Aku (niat) shalat sunat tarawih 2 rakaat mengikut imam, karena AllahTa'ala."
Jika shalat sendiri, maka kata MA'MUUMAN (mengikut imam) di hilangkan.Sedangkan jika menjadi imam maka kata MA'MUUMAN diganti dengan IMAAMAN (menjadi imam).

Di samping itu, dalam shalat tarawih surat yang dibaca setelah Al-Fatihah sebaiknya adalah :
a. Malam tanggal 1 sampai pertengahan Ramadhan :
Setiap rakaat pertama dibaca satu surat dari surat-surat berikut secara berurutan, yaitu : At-Takaatsur, Al-'Ashr-Al-Humazah, Al-Fiil, Quraisy, Al-Maa'uun, Al-Kautsar; Al-Kaafiruun, An-Nashr dan Al-Lahab. Sedangkan setiap rakaat kedua dibaca surat Al-Ikhlash.
b.' Malam pertengahan sampai akhir Ramadhan,:
Setiap rakaat pertama dibaca surat Al-Qadr. Sedangkan setiap rakaat kedua dibaca satu surat dari surat-surat berikut secara berurutan, yaitu : At-Takaatsur, Al-'Ashr, Al-Humazah,. Al-Fiil, Quraisy, Al^Maa'uun, Al-Kaiitsar, AK Kaafiruuh, An-Nashr dan Al-Lahab.

Jika tidak mampu membaca surat-surat tersebut di atas, maka bacalah surat-surat yang telah dikuasai, karena pada dasarnya dalam membaca surat initMak ada aturan khusus. Jadi boleh saja membaca surat apa saja yang dikehendaki. Sedangkan bagi makmum tak perlu membaca surat-surat tersebut^ sama seperti shalat berjamaah lainnya.
Khusus pada malam pertengahan sampai akhir Ramadhan, disunatkan membaca doa kunut. Doa kunut tersebut dibaca pada rakaat terakhir shalat witir, setelah i'tidal (sebelum sujud).

Dalam shalat tarawih, khusus jika dilakukan dengan berjamaah, sebaiknya ditunjuk seorang yang bertugas memandu pembacaan shalawat yang mengiringi shalat tarawih.Orang yang bertugas memandu pembacaan shalawat ini disebut bilal.

Pelaksanaan shalat tarawih :1) Sebelum shalat dimulal bilal mengucapkan :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyqr72ll92KpTOFuTcIoE8HlmsYe70_kdpIAfQTtCjrmlX3vRjnU02MT5A7Y3bND2skpdX6QhKOoIo793YJsrL-IsV64_njgPKisjImGQbm6m_4XsWbVNoZhDbU2PpSO3hhUeoPl6mkBxy/s400/143+a.JPG

SHALAATAT TARAAWIIH AA JARAKUMULLAAH.
Artinya:
"Mari kita laksanakan shalat tarawih, semoga Allah memberikan ganjaran kepadakamusemua."
Jamaah menjawab:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6ive-Qz-srMFLu_KAfQsxSVEVU4DNLGBzFWgOSzBf3MFrCQqRufkxB5ENGrLPAue6aGZm2d4JodrmSGWD9gMt7_ihUkTVEC3XftPXVN-moF3buOkh6x2657DeeNR8nVeEKIHq6a0w33Ne/s400/143+b.JPG
LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADUR RASUU-LULLAAHISHALLALLAAHU ' ALAIHIWA SALLAMA.
Artinya:
"Tak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah, semoga rahmatAllah dan kesejahteraan terlimpah kepadanya"
Bilal mengucapkan lagi:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlSqlSKRVhtVuG_EaafFpiJMcrtV6L9Zw1DYSH2KmAqwOdGr2J3lBSWQ5bnZcnBpb2FX_xIHEmBwjJUL6_6NOa9Vq3kPaXbaDBn2ODY8cJk5l3tsQKI2nNIlHylDaCz86VPVEBgivOLX_M/s400/143+c.JPG
ALLAAHUMMA SHALLI 'ALAA MUHAMMADIW WA 'ALAAAALI MUHAMMAD.
Artinya:
"Wahai Allah! Berilah rahmat kepada nabi Muhammad dan keluarganya"
Jamaah menjawab:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFKkVXkEvzq4e1o_nFumS4onVZg9w0XTBzfskdKJy-GYV6hIaQjoaYUg9ANBtgQazLFU6YpRSfNZogoHf7X2gK7rkM35EpUefqn4jQ1_ICYLPYj_8vMqUoy-azp1uhaNfAJlB7sZX5besk/s400/144+a.JPG
ALLAAHUMMA SHALLI WA SALLIM'ALAIH.
Artinya:
"Wahai Allah! Berilah rahmat dan kesejahteraan kepadanya."

Kemudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat pertama.'
2) Bilal mengucapkan:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7E0fC-z2mbkJQ5WWJAZzX7ddsnI-diwBwcZDL_iktwRX3VlwXknu43JqFbHu31wOsSZpaiEqePKSklYiNZhUVC8y5Q3ZtbU4UdTLjzy6-AW0cAzxZWuwVsd_elh89SFOrdAusp-Rb8PQc/s400/144+b.JPG
FADHLAM MINALLAAHI WA NI'MAH.
Artinya:
"Kemurahan dan kenikmatan dari Allah."
Jamaah menjawab:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjw0HJ5junUznPM40Uh5rbNAZGZ3_gHmaTkj7rjUYqEadlps_hBXmHJHVfvcdo7k8vcn7ClSyNyno7HishfyOJ5VarzFEq7nGZX3EKdQECcLH1c6R8r0Mr7wmDD7vK_bG4UHJRMCoBOhK2X/s400/144+c.JPG
WA MAGHFIRATAW WARAHMAH. YAA TAWWAAB YAA WAASI'AL MAGHFIRAH YAA ARHAMAR RAAHIMIIN.Artinya:
"Begitu pula ampunan dan rahmat. Wahai Yang Maha Menerima taubat, Wahai Yang Maha Luas ampuhan-Nya, Wahai Yang Paling Penyayang di antqra para penyayang" *
Keniudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat kedua.
3) Bilal mengucapkan:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIGquPG76FdlOnS0D1OPJSABjlyvXck6wOt-El0X2HdtuAmhzAcUtzYZwdCvTT3n7DEiCIuSeTraJfzQ1o8rdpiq4KSM-rP1hJub1D40dZsRQVr0kEjUtv1Hds60WQLn76efCkyPca_wDc/s400/145+a.JPG
ALLAAHUMMA SHALLI 'ALAA MUHAMMADIW WA ' ALAA AALI MUHAMMAD. ;Jamaah menjawab:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYICpr2JE5z8TJuP-0LX0ECxtjJMVOGBKFuiwKfMpiYY6YZGx-pLGPfGLAqc3pBFDiKbdPJWxLg_2HkKmcnE9gzCPLs8F1vFagfqFkFQqBidjL88s4LZnP0ncRTZRly2OxF57_G0ZJqmLw/s400/145+b.JPG
ALLAAHUMMA SHALLI WAS ALLIM ALAIH.Kemudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat ketiga.

4) Bilal mengucapkan:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3v4mIrxESEUc44OOMO4_KXnJ1Gq-KCeIzDgDcIfDcZtGqIIUjNEgHMz0IkfsLN0n0c9X3t_TTCl1OG8SJCvZGC8chxLP_FjUpjsurhnhnsirH3joGbKuPP6Hwx9rjGaQio2hYo7YOYkhp/s400/145+c.JPG
FADHLAM MINALLAAHI WA NI'MAH,Jamaah menjawab:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHvC6knyT3tNRCooyeo7rHdoWAl_5tdw8AzFAEm8cszsSmCSum9GYgY3YjRr3RXiWymTiyVCCxBlcaCQ6vTCPeE9ICrCTjEpo8Gyk5xbaXhafZ17QzZGDePUejsTINIP5qefTRiRqYhydY/s400/145+d.JPG
WA MAGHFIRATAW WARAHMAH. YAA TAWWAAB YAA WAASI'AL MAGHFIRAH YAA ARHAMAR RAAHIMIIN.
Kemudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat keempat.
5) Bilal mengucapkan:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBrw9KM1ar7XJ1M3cCX1tMaXhV9T_YKPwGK6pPft37E6MmJZFxbzxf05-9SsvdvHbQ5HlworAtElw6D9RdxOlNK1YcQUq9d1nWbFWWn1r7FEvxzsbRInhhCSWHpx_cdgL3a5X2lRYSH6XL/s400/145+e.JPG
AL-KHALIIFATUL UULAA AMIIRUL MU'MINIINA SAYYIDUNAA ABUU BAKRINISH SHIDDflQ.
Artinya:
"Khalifa pertama Amirul mu'minin Penghulu kita, Abu Bakar Shiddiq"
Jamaah menjawab:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiT7gmAG7HMz9fkqRJjAHsGW9O-zv89XQSF5YJwd1aHkpxNem6ZhwaJEy3MRIDBIEJPb9olQ2bHNBhks_1uiTFRrFnsM-x14jStV3GzvRrVxzcToHPsY9vAu9ZHnEYh5jQmOXFmhnAlwVLm/s400/146+a.JPG
RADHIYALLAAHU 'ANH.
Artinya:
"Semoga Allah meridhainya"
Kemudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat kelima.
6) Bilal mengucapkan:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwkpI2IBLSKng2OV9oc3AXbDS1CsoOjEHWy4pQsm3PZj_ujYY6L27zXHj_p1GXtU-4s2yp0GZ8TOeJyt7BH_UZEcMc94gP3XTy1eofJoJ55-X5hOm4VMEgyGf4gWB4GKRwQfg8inp4qR2s/s400/146+b.JPG
FADHLAM MINALLAAHI WANFMAH.
Jamaah menjawab:
WA MAGHFIRATAW WARAHMAH. YAA TAWWAAB YAA WAASI'AL MAGHFIRAH YAA ARHAMAR RAAHIMIIN.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRp-qtoWtTbqssyVq6p0WxU_CtJSGeKV_8yBErDzNuHdqGVMSPt1JP5nrxUrQcXgcQz3WCGxJfXR-1buyH6LhO_nxEWBGMVJnV2iwTgekpiHFl6S-5Fhr7_6IOBfnlMwNqeyJt79wZKgFS/s400/146+c.JPG

Kemudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat keenam 7)
Bilal mengucapkan:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq6tPBJtJ22dmfv_5lgre4CNLsq33a8dyTQvNBLTU0bbRlNNWpys9lGb3x9ew8__GZDnQH3i69bBMCUDuv2qWwn5Qh0iqqpR1OYG-QKW2SPXocOnzpge4xJTOVrQ3ZJdBQWiIRwGEkuJYl/s400/146+d.JPG
AL-KHALIIFATUTS TSAANIYAH AMIIRUL MU'MINIINA SAYYIDUNAA 'UMARUBNUL KHATHTHAAB.
Artinya:
"Khalifah kedua Amirulmu'minin Penghulu kita, Umarbin Khattob"

Jamaah menjawab:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiT7gmAG7HMz9fkqRJjAHsGW9O-zv89XQSF5YJwd1aHkpxNem6ZhwaJEy3MRIDBIEJPb9olQ2bHNBhks_1uiTFRrFnsM-x14jStV3GzvRrVxzcToHPsY9vAu9ZHnEYh5jQmOXFmhnAlwVLm/s400/146+a.JPG
RADHIYALLAAHU 'ANH.
Kemudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat ketujuh,
8) Bilal mengucapkan:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwkpI2IBLSKng2OV9oc3AXbDS1CsoOjEHWy4pQsm3PZj_ujYY6L27zXHj_p1GXtU-4s2yp0GZ8TOeJyt7BH_UZEcMc94gP3XTy1eofJoJ55-X5hOm4VMEgyGf4gWB4GKRwQfg8inp4qR2s/s400/146+b.JPG
FADHLAM MINALLAAHI WANFMAH.
Jamaah menjawab:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeN1u0HKfnWBx-kqe4Acv-GitFVy-eS8EWlDSMGI3kW9sWnYVHoFsd0ftwH-UpqcOxNKsWzVjgRutPQy2ARvGzOd_SSSh8ajB6Nj9kZl9vmJvIF-n-j98_eKUbhudbtNvz2yhyLr97R6Js/s400/146+c.JPG
WA MAGHFIRATAW WARAHMAH. YAA TAWWAAB YAA WAASI'AL MAGHFIRAH YAA ARHAMAR RAAHIMIIN.

Kemudian melaksanakan shalat tarawih 2 rakaat kedelapan.
9) Bilal mengiicapkan :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq6tPBJtJ22dmfv_5lgre4CNLsq33a8dyTQvNBLTU0bbRlNNWpys9lGb3x9ew8__GZDnQH3i69bBMCUDuv2qWwn5Qh0iqqpR1OYG-QKW2SPXocOnzpge4xJTOVrQ3ZJdBQWiIRwGEkuJYl/s400/146+d.JPG
AL-KHALIIFATUTS TSAALITSAH AMIIRUL MU'MINIINA SAYYIDUNAA 'UTSMAANUBNU 'AFFAAN.
Artinya:
"Khalifah ketiga Amirulmu' minin Penghulu kita, Usman bin Ajfan."
Jamaah menjawab :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiT7gmAG7HMz9fkqRJjAHsGW9O-zv89XQSF5YJwd1aHkpxNem6ZhwaJEy3MRIDBIEJPb9olQ2bHNBhks_1uiTFRrFnsM-x14jStV3GzvRrVxzcToHPsY9vAu9ZHnEYh5jQmOXFmhnAlwVLm/s400/146+a.JPG
RADHIYALLAAHU'ANH.Kemudian melaksanakan shalattarawih2rakaat kesembilan.

10) Bilal mengucapkan:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdYJkg55LjtbrAJw6a6CkAoIHZmBsobjyedqCvPoxji79A-iDASdGdLSRxhfP4iPVEaKQvgxSZgUH0nOI1Ntxpq1Qhr7cf-egmlOaaBixoNTaSSpypCxfKohcMzORHWnB0GD68pyLInlbk/s400/148+a.JPG
AL-KHALUFATUR RAABI'AH AMIIRUL MU'MINIINA SAYYIDUNAA 'ALIYYUBNU ABIITHAALIB.
Artinya:
"Khalifahke-4 Amirul mu'minin Penghulu kita, Ali bin Abi Thalib."
Jamaah menjawab:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiT7gmAG7HMz9fkqRJjAHsGW9O-zv89XQSF5YJwd1aHkpxNem6ZhwaJEy3MRIDBIEJPb9olQ2bHNBhks_1uiTFRrFnsM-x14jStV3GzvRrVxzcToHPsY9vAu9ZHnEYh5jQmOXFmhnAlwVLm/s400/146+a.JPG
RADHIYALLAAHU ANH.Kemudian melaksanakan shalattarawih 2rakaatkesepuluh.
Setelah selesai shalat tarawih 20 rakaat, dilanjutkan dengan
membaca doa berikut ini:

doa sholat tarawih
,waminhuurin 'iinin mutazawwijiin, wa min sundusiw wa istabraqiw wa diibaajim allaahummaj 'alnaa bil iimaani kaamiliin, wa lil faraa'iphi mu'addiin, wa lish shalaati haafizhiin, wa lizzakaat1 faa'iliin, wa limaa 'indaka thaaubiin, wa lfafwika raajiin, wa' bilhudaa mutamassikhn, wa 'anil laghwi mu'-rmhnn,wa!ftodunyaazaahro^ raaghibiin, wa bilqadhaa'i raadhun, wa binna' m a ats yaakiriin, wa" alal b alaa'i sha abiriin. wa tahta liwaat sayyidinaa muhammadin shal-lallaahu'alaihiwasallamayaumalqiyaamati saa'irhn, wa ilal haudhi waaridiin, wa ilal jannati daakhiliin, wa minan naari naajiin, wa 'alaasariirilkaraamatiqaa'idiinmutalabbisiin, wa min tha'aamil jannati aakilhn, wa min labaniw wa 'asalim mushaffan syaaribiin, bi akwaabiw wa abaariiqa wa ka'sim mim ma'iin, ma'al ladziina an'amta 'alaihim minan nabiyyhna wash shiddiiqiina wasy syuhadaa'i wash shaalihiina wa hasuna ulaa'ika rahiqaa, dzaalikal fadhlu minallaahi wa kafaa billaahi 'aliimaa. wal hamdu lillaahirabbil 'aalamiin.
artinya:
"wahai allah! jadikanlah kami orang-orangyang sempurna imannya, menunaikan kewajiban-kewajiban, memelihara shalat, menunaikan
zakat, mehcari' anugerah yang adai di sisi engkau, mengharap ampunan engkau, berpegang teguh dengan petunjuk (engkau), menjauhi kesia-siadn, zuhud di dunia, dan senangkepadaakhirat, rela terhadap kewhtuan (kepastian), bersyukur terhadap nikmat, 4 sabar terhadap cobaan, dan berjalan pada. hari kiamat di bawah panji penghulu kami, nabi muhammad saw,datang ke telaga (yang sejuk), masuk ke dalam sufga, selamat dari neraka, duduk di atas singgasana kemuliaan, menikah dengan bidadariyangcantik, menge-nakan pakaian dari sutera yang tip is dan tebal, memakan makanan surga, meminum susu danmaduyangjernih,dengan gelas,teko, dan piala dari mata airyang selalu mengalir, bersama orang-orangyang telah engkau berikan nikmat, yaitupara nabi, shiddiqun, syuhada, dan orang-orang yang shaleh, mereka ituldh sebaik-baik teman, anugerah itudari allah, dan cukuplah allah yangmahamengetahui. dan segalapuji milik allah, tuhan semesta alam."

Setelah selesaimembaca doa, dilanjutkan dengan menger-jakan shalat sunat witir 3 rakaat Untuk niemulai shalat sunat witir ini bilal mengucapkan :
SHALAATAL WTTRIATSAABAKUMULLAAH.
"Marilahmengerjakan shalat witir, semogaAllahmemberi pahala kepada kamu semua."
Dan berikut ini referensi yang di anggap perlu di baca:

Dari Aisyah bahwa Rasulullah s.a.w. pada suatu malam (di bulan Ramadhan) mendirikan sholat, lalu datang orang-orang pada berikutnya (ingin sholat bersama beliau).Kemudian datanglah malah ketiga atau keempat dan orang-orang pun sudah berdatangan, namun beliau tidak keluar. Saat pagi datang beliau bersabda:"Aku telah melihat yang kalian lakukan, dan aku tidak keluar karena aku takut sholat itu nantinya diwajibkan kepada kalian". (H.R. Muslim).

Dari Abdurrahman bin al-Qari berkata" suatu malam di bulan Ramadhan aku berjalan bersama Umar bin Khattab melihat-lihat masjid, lalu beliau melihat orang-orang berbeda-beda dalam mendirikan sholat (sunnah), sebagian sholat sendiri, sebagian sholat bersama kelompok kecil. Lalu Umar berkata: "Aku melihat seandainya mereka dikumpulkan di belakang satu qari (pembaca Qur'an) tentu lebih baik. Lalu beliau menganjurkan agar semua sholat di belakang Ubay bin Ka'ab. Kemudian aku keluar bersama Umar pada malam lain dan orang-orang sudah sholat berjamaah di belakang imam satu, lalu Umar berkata:"Inilah sebaik-baik bid'ah, dan sholat yang mereka tinggalkan untuk tidur tetap lebih baik dibandingkan dengan sholat yang mereka dirikan" (maksudnya sholat malam di akhir malam lebih utama dibandingkan dengan sholat di awal waktunya). R. Bukhari dan Muslim.

Hadist di atas merupakan salah satu dalil sholat tarawih.Tarawih merupakan kata plural dari raahah yang artinya istirahat. Konon disebut sholat tarawih karena pada saat umat Islam melaksanakan sholat tersebut secara berjamaah, mereka malakukan istirahat setiap dua kali salam. Sholat tarawih hukumnya sunnah muakkadah pada malam bulan suci Ramadhan.

Ibnu hajar menjelaskan, hadist-hadist sahih di atas tidak menjelaskan jumlah rakaat sholat tarawih, yakni berapa rakaat sholat tarawih berjamaah yang diimami Ubay bin Ka'ab? Riwayat berbeda-beda tentang itu.Imam Malik dalam Muwatta' meriwayatkan 11 rakaat. Riwayat lain mengatakan setiap rakaat membaca 200 ayat sehingga para sahabat ada yang berpegangan tongkat karena panjangnya sholat. Riwayat Muhamad Yusuf mengatakan 13 rakaat. Riwayat Saib bib Yazid mengatakan 20 rakaat. Riwayat lain dari Abu Yusuf mengarakan 21 rakaat. Yazin bin Ruman mengatakan:"Orang-orang mendirikan sholat pada zaman Umar sebanyak 23 rakaat. Riwayat Dawud bin Qais mengatakan: Aku melihat orang-orang pada masa Aban dan Utsman dan Umar bin Adbul Aziz melaksanakan sholat tarawih sebanyak 36 rakaat dan melakukan witir 3 rakaat. Inilah yang menjadi salah satu pendapat imam Malik. Riwayat dari Syafi'I mengatakan:"Aku melihat orang-orang sholat Tarawih di Madina sebanyak 39 rakaat dan di Makkah 23 rakaat. Tirmidzi mengatakan bahwa riayat paling banyak tentang rakaat tarawih adalah 41 rakaat termasuk witir.

Pendapat Empat Madzhab:
Madzhab Maliki, Syafi'I dan Hanbali melaksanakan shoalt Tarawih dengan 20 rakaat. Imam Nawawi dalam al-Majmu' menjelaskan bahwa landasan yang digunakan adalah riwayat sahih dari Saib bin Yazid yang mengatakan bahwa sholat Tarawih pada zaman Umar r.a. dilaksanakan 20 rakaat. Madzhab Maliki melaksanakan sebanyak 39 rakaat sesuai riwayat ahli Madinah.Sebagaimana diketahui madzhab Maliki menganggap tindakan ahli Madinah merupakan dalil yang bisa dijadikan landasan.

Pelaksanaan sholat tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi saat ini tetap mengacu kepada pendapat madzhab resmi pemerintah Saudi Arabia, yaitu Hanbali dengan pelaksanaan sebanyak 20 rakaat. Namun pada malam ke-20 Ramadhan hingga akhir bulan, di kedua masjid agung tersebut juga dilaksanakan sholat qiyamullail sebanyak 10 rakaat dimulai sekitar pukul 12 malam hingga menjelang sahur.Pelaksanaan sholat qiyamullail ini tidak jauh berbeda dengan tarawih, hanya ayat yang dibaca lebih panjang sehingga masa sholat juga lebih lama.

Mengacu pada Sholat Malam Rasulullah

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa pelaksanaan sholat tarawih adalah mengacu pada sholat malam Rasulullah.Pendapat ini diikuti beberapa ulama mutaakhiriin. Jumlah rakaat shalat malam yang dilakukan Rasulullah adalah sebagai berikut :
1. 11 rakaat terdiri dari 4 rokaat x 2 + 3 rakaat witir. Ini sesuai dengan hadist A'isyah yang diriwayatkan Bukhari.
2. 11 rakaat terdiri dari 4 rokaat x 2 + 2 rakaat witir + 1 witir. Ini sesuai dengan hadist Ai'syah riwayat Muslim.
3. 11 rakaat terdiri dari 2 rokaat x 4 & 2 rakaat witir + 1 witir. Ini juga diriwayatkan oleh Muslim.
4. Ada juga riwayat Ibnu Hibban yang mengatakan 8 rakaat + witir.
5. Ada juga riwayat yang mengatakan 13 rakaat termasuk witir.

Itulah riwayat dan pendapat seputar rakaat sholat Tarawih.Ini masalah furu'iyah yang sudah lama dikaji oleh para ulama terdahulu.Mau melakukan yang mana, silahkan memilih sesuai keyakinan masing-masing.Tidak masanya lagi kita mempermasalahkan berapa rakaat sholat tarawih yang sebaiknya kita laksanakan.Semuanya pendapat ada dalilnya.Yang terpenting adalah kualitas ibadah kita dan niat baik memeriahkan bulan Ramadhan.Allah Maha Bijaksana dalam menilai ibadah kita masing-masing

Etika Sholat Tarawih
1.Berjamaah di masjid, disunnahkan untuk semua kalangan laki-laki dan perempuan.Bagi kaum lelaki disunnahkan menggunakan pakaian yang rapi dan bersih ketika ke masjid, sambil memakai wangi-wangian.Kaum perempuan sebaiknya juga menggunakan pakaian yang rapi, menutupi aurat (aurat wanita di luar rumah adalah hanya muka dan telapak tangan yang boleh kelihatan), berjilbab, tidak menggunakan wangi-wangian dan make up.Kaum perempuan juga menjaga suara dan tindakan agar sesuai dengan etika Islami selama berangkat ke masjid dan di dalam masjid.

2. Membawa mushaf atau al-Qur'an, atau HP yang dilengkapi program al-Qur'an sehingga selama mengisi waktu kosong di Masjid bisa dimanfaatkan untuk membaca al-Qur'an.

3. Sebaiknya mengikuti tata cara sholat tarawih sesuai yang dilakukan imam. Kalau imam sholat 8 rakaat + 3 rakaat witir, makmum mengikuti itu. Bila ia ingin menambahi jumlah rakaat, sebaiknya dilakukan di rumah. Kalau imam melaksanakan sholat 20 rakaat maka sebaiknya mengikutinya. Bila ia ingin hanya melaksanakan 8 rakaat, maka hendaknya ia undur diri dari jamaah dengan tenang agar tidak mengganggu jamaah yang masih melanjutkan sholat tarawih. Ia bisa langsung pulang atau menunggu di masjid sambil membaca al-Qur'an dengan lirih dan tidak mengganggu jamaah yang sedang sholat.

4. Bagi yang berniat untuk sholat malam (tahajud) dan yakin akan bangun malam, sebaiknya undur diri dengan tenang (agar tidak mengganggu yang masih sholat witir) pada saat imam mulai melaksanakan sholat witir. Malam harinya ia bisa melaksanakan sholat witir setelah tahajud. Bagi yang tidak yakin bisa bangun malam untuk sholat malam (tahajud), maka ia sebaiknya mengikuti imam melaksanakan sholat witir dan malam harinya dia masih disunnahkan melaksanakan sholat malam (tahajud) dengan tanpa melaksanakan witir.

5. Usai melaksanakan sholat tarawih sebaiknya langsung pulang ke rumah dan istirahat atau mengerjakan tugas-tugas belajar bagi yang masih sekolah atau kuliah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS